Manado, Barta1.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat di Kota Manado. Warga terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre demi mendapatkan bahan bakar yang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
Pantauan pada Rabu (14/10/2026), antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU Pertamina di Manado. Antrean bahkan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus bersabar. Sebagian warga berhasil mendapatkan BBM setelah mengantre selama berjam-jam, tetapi tidak sedikit pula yang harus menelan kekecewaan karena stok Pertalite habis sebelum giliran mereka tiba. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa berpindah ke SPBU lain untuk mencari bahan bakar.
Di tengah kondisi tersebut, kelangkaan Pertalite diduga turut dimanfaatkan oleh sebagian penjual BBM eceran dengan menaikkan harga secara signifikan. Jika sebelumnya Pertalite dijual sekitar Rp12.000 untuk botol ukuran kecil dan Rp18.000 untuk botol ukuran besar, kini harga eceran dilaporkan mencapai Rp20.000 per liter.
Indri Armansyah, salah seorang warga Manado, mengungkapkan bahwa kelangkaan Pertalite dan antrean panjang telah menyulitkan masyarakat. Ia juga menyoroti kenaikan harga BBM yang dijual oleh sebagian pengecer di tengah situasi tersebut.
“Sekarang terjadi antrean panjang. Bahkan, ada SPBU yang stoknya sudah habis. Namun, sangat disayangkan, dalam kondisi seperti ini, pihak pengecer justru menaikkan harga hingga Rp20.000 per liter,” ungkapnya.
Indri pun meminta pemerintah agar turun langsung melihat kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM perlu segera ditangani agar tidak semakin menghambat aktivitas warga.
“Tolong benar-benar selidiki terkait kelangkaan Pertalite ini. Jika ada permainan, mohon ditindak tegas,” imbuhnya.
Selain persoalan kenaikan harga, seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan juga mengungkapkan dugaan adanya pihak-pihak yang memodifikasi tangki kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, menjadi lebih besar untuk menampung BBM.
“Ada pihak yang mengubah tangki mobil menjadi lebih besar guna menampung BBM, termasuk Pertalite yang tersedia,” pungkasnya.
Kondisi ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Selain memastikan ketersediaan pasokan Pertalite bagi masyarakat, pengawasan terhadap distribusi dan penjualan BBM juga dinilai penting agar tidak terjadi praktik yang merugikan konsumen. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post