Sangihe, Barta1.com — Besarnya manfaat pembangunan di tingkat kampung tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggaran, tetapi juga oleh cara pemimpin mengelolanya. Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mengingatkan para calon kepala desa atau kapitalaung agar menjadikan amanah masyarakat sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan.
Pesan itu disampaikan Thungari saat menghadiri dialog kampanye damai pemilihan kapitalaung di Kampung Nahepese, Kecamatan Manganitu, Rabu, (14/10/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauannya terhadap rangkaian kampanye di sejumlah wilayah, termasuk Tabukan Utara dan Tabukan Tengah.
Menurut Thungari, meskipun kampung memperoleh porsi anggaran yang relatif kecil dibandingkan keseluruhan anggaran negara, pengelolaan yang baik tetap dapat menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.
“Meskipun kampung mendapatkan porsi paling kecil dari anggaran negara, jika bisa dikelola dengan baik, maka bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang ada di kampung,” ujarnya.
Namun, pengelolaan anggaran bukan satu-satunya tantangan. Thungari juga menyoroti pentingnya keterlibatan warga dalam menentukan program pembangunan. Ia meminta calon kapitalaung tidak menjadikan kelompok pendukung sebagai satu-satunya pihak yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Ia menegaskan, musyawarah desa harus menjadi ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan, bukan sekadar formalitas dalam penyelenggaraan pemerintahan kampung.
“Di situlah bapak dan ibu dapat mengusulkan apa pun yang ingin dibangun untuk desanya masing-masing,” kata Thungari.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui pelaksanaan janji dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan warga. Menurut dia, masyarakat telah mengalami kekecewaan ketika janji politik tidak diwujudkan dan program pembangunan tidak melibatkan mereka.
Karena itu, Thungari meminta calon yang nantinya terpilih untuk menjalankan pemerintahan secara terbuka dan memberikan ruang yang seimbang bagi keterwakilan berbagai kelompok masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi warga yang bersedia mencalonkan diri sebagai pemimpin kampung. Ia menyebut terdapat sejumlah kampung yang hanya memiliki satu calon, bahkan ada yang tidak memiliki calon sama sekali.
Di Nahepese, Thungari mendengarkan penyampaian visi dan misi dua pasangan calon dalam dialog kampanye damai tersebut. Ia berharap kontestasi politik tingkat kampung tidak merusak hubungan sosial yang telah terjalin di tengah masyarakat.
“Perbedaan dalam proses demokrasi itu satu hal yang biasa. Setelah itu, kita harus bersama-sama membangun kampung tercinta,” ujarnya.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post