• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Polimdo Latih UMKM Buha tentang Branding dan Packaging: Menuju Pasar Modern

by Meikel Eki Pontolondo
26 September 2026
in Edukasi
0
Polimdo Latih UMKM Buha tentang Branding dan Packaging: Menuju Pasar Modern
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Administrasi Bisnis kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan usaha masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat.

Hasil dari Praktik Packaging produk kripik pisang oleh Dosen dan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis bersama mitra UMKM. (foto : Meikel/Barta)
Hasil dari Praktik Packaging produk kripik pisang oleh Dosen dan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis bersama mitra UMKM. (foto : Meikel/Barta)

Kali ini, kegiatan tersebut mengangkat tema “Pendampingan Strategi Branding dan Packaging Produk Unggulan Kelurahan Buha Menuju Pasar Modern”, yang dilaksanakan pada Sabtu (26/09/2026).

Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Robby Tanod Mamusung, SE., MM, bersama sejumlah dosen sebagai anggota, yakni Dr. Cindy Sandra Lumingkewas, SH., MAP., MH., M.Kn., Jemmry Recy Winokan, SE., M.Si., Lietje Lumatauw, STh., M.Si., Ficky Marchfirmanto Purba, BBA., MM., dan Wingston M.J. Longdong, SS., M.Hum.

Proses mahasiswa dan dosen membantu mitra dalam mengisikan produk keripik ke wadahnya kemudian ditimbang. (foto : Meikel /Barta)
Proses mahasiswa dan dosen membantu mitra dalam mengisikan produk keripik ke wadahnya kemudian ditimbang. (foto : Meikel /Barta)

Selain itu, turut terlibat Meidy Wollah, S.Pd., M.Pd., Mariska Charlota Walean, SE., M.Si., Diana R.S. Maramis, SE., M.Si., Cysca A.J. Langi, SE., M.Si., serta Rolyke Tulangow, SE., M.Si.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, di antaranya Marsya Toreh, Ester Sumah, Sofia Tangkilisan, Raisel Meyfran Suak, Pricilia Faustina Pangalila, Prizka Pangkey, Nafitri Husain, Sweysi Lengkong, Sifania Rondonuwu, Siti Rosdiana, dan Laily Akhmad.

Dampingi Dua UMKM di Kelurahan Buha.

Kunjungan tim pengabdian diawali di kediaman Juhuria Asar, kemudian dilanjutkan ke tempat usaha Danu Tubagus. Keduanya merupakan pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha kecil selama lebih dari tiga tahun dan hingga kini masih terus mengembangkan usahanya.

Proses mahasiswa dan dosen membantu mitra dalam mengisikan produk keripik ke wadahnya kemudian ditimbang. (foto : Meikel /Barta)
Proses mahasiswa dan dosen membantu mitra dalam mengisikan produk keripik ke wadahnya kemudian ditimbang. (foto : Meikel /Barta)

Kondisi kedua usaha tersebut menjadi perhatian tim pengabdian Polimdo. Melalui kegiatan ini, tim memberikan sosialisasi sekaligus pendampingan mengenai berbagai hal yang perlu diperbaiki agar produk UMKM dapat memiliki daya saing lebih baik dan perlahan menembus pasar modern.

Ketua tim pengabdian, Dr. Robby Tanod Mamusung, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan strategi branding dan packaging produk unggulan Kelurahan Buha.

“Jadi, ada dua UMKM di Kelurahan Buha yang kami dapatkan datanya, khususnya di lingkungan 8. Dari sekian lingkungan, ternyata di lingkungan ini Tuhan berikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, agenda utama kegiatan adalah membantu Juhuria dan Danu memperbaiki sistem pengemasan produk.

Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat Polimdo berkunjung ke rumah distribusi Kripik Bapak Danu, serta membangikan pengetahuan dan pelatihan (foto : Meikel/Barta)
Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat Polimdo berkunjung ke rumah distribusi Kripik Bapak Danu, serta membagikan pengetahuan dan pelatihan. (foto : Meikel/Barta)

“Kami akan membantu cara pengemasan, yang nantinya di kemasan itu menggunakan alat vacuum sealer, yang akan diberikan guna membantu usaha dari Ibu Juhuria dan Bapak Danu,” jelasnya.

Setelah produk dikemas menggunakan vacuum sealer, tahap berikutnya adalah pemasangan stiker merek. Sebanyak 125 stiker telah disiapkan dan didesain oleh mahasiswa Program Studi Marketing Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo.

Menurut Dr. Robby, produk yang telah dikemas akan dihitung berdasarkan jumlah produksi dan harga sebelum maupun sesudah proses packaging. Produk tersebut kemudian akan dibeli oleh tim pengabdian untuk dipajang di Galeri Investasi Kewirausahaan, yang menjadi laboratorium Polimdo, khususnya Jurusan Administrasi Bisnis, serta di Polimart yang menjadi laboratorium Jurusan Administrasi Bisnis dan Akuntansi.

Memberikan contoh praktek penggunaan alat Vac uum Sealer kepada mitra oleh Mahasiswa Polimdo. (foto : istimewa)
Memberikan contoh praktek penggunaan alat Vac uum Sealer kepada mitra oleh Mahasiswa Polimdo. (foto : istimewa)

“Jadi, seberapa yang dibuat, kemudian berapa harga sebelum packing dan bagaimana sesudah di packing, itu nanti kami bayar produk ke Ibu Juhuria dan Bapak Danu, kemudian memajangnya produk ini di Galeri Investasi Kewirausahaan yang menjadi lab-nya Polimdo, khususnya Jurusan AB, serta di Polimart yang menjadi lab-nya Jurusan AB dan Akuntansi,” tambahnya.

Ia menilai, sebelum mendapatkan pendampingan, kedua UMKM tersebut masih memasarkan produk secara sederhana melalui warung-warung. Dengan adanya pelatihan branding dan packaging, produk diharapkan dapat memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke jaringan ritel yang lebih modern.

“Tapi, hasil produk ini akan dimulai dari Polimdo itu sendiri, baik itu galeri investasi maupun Polimart,” singkatnya.

Memberikan contoh praktek penggunaan alat Vac uum Sealer kepada mitra oleh Mahasiswa Polimdo. (foto : istimewa)
Memberikan contoh praktek penggunaan alat Vac uum Sealer kepada mitra oleh Mahasiswa Polimdo. (foto : istimewa)

Kemasan Baru, Nilai Jual Meningkat
Dalam proses pelatihan, mahasiswa turut mendampingi kedua pelaku UMKM. Marsya Toreh bersama rekan-rekannya mengajarkan cara memasukkan produk ke dalam wadah yang telah disiapkan, termasuk proses penimbangan dan pengemasan.

Produk yang sebelumnya dikemas dalam ukuran 11 ons diarahkan menjadi kemasan dengan ukuran 50 ons. Perubahan kemasan tersebut juga dinilai dapat meningkatkan nilai jual produk.

Jika sebelumnya produk dijual dengan harga sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000, Dr. Robby menilai setelah dikemas secara lebih menarik, produk tersebut berpotensi dipasarkan dengan harga sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000.

 

“Produk pisang kripik halus dengan bahan dasar goroho maupun sepatu, menjadi bahan dasar yang digunakan kedua UMKM. Ketika dimodifikasi secara modern, maka harganya bisa dijual Rp6.000,” kata Dr. Robby.

Selain penimbangan dan packaging, dilakukan pula pemasangan label sesuai nama pemilik UMKM. Label tersebut dilengkapi gambar bahan dasar pisang serta nomor telepon yang dapat dihubungi konsumen.

Tim pengabdian juga menyerahkan bantuan berupa vacuum sealer untuk mendukung proses pengemasan produk kedua UMKM tersebut.

Mahasiswa Belajar Langsung dari Masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa yang terlibat. Marsya Toreh mengaku senang karena ilmu yang diperolehnya selama mengikuti perkuliahan di Polimdo dapat diterapkan secara langsung dan memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam membuat merek produk merupakan bagian dari proses pembelajaran mengenai marketing plan dan manajemen merek.

“Ini bagian dari proses belajar kami dalam perkuliahan, untuk membuat merek yang dapat menarik peminat untuk membeli produk yang ada,” terangnya.

Ia juga mengaku bangga ketika hasil karya mahasiswa dapat digunakan secara langsung dan menjadi bagian dari produk yang dipasarkan.

“Dengan hal ini, ke depannya kami ingin meningkatkan kemampuan dalam membuat desain-desain merek yang bisa menarik publik, ingin membayar jasa kami. Sampai di situ so harapan kami,” ucapnya.

UMKM Berharap Pendampingan Berlanjut.

Bagi Juhuria Asar, usaha yang telah dijalankannya selama sekitar tiga tahun kini telah menjangkau puluhan warung.

“Produk saya ini sudah sampai Minut, dan sudah puluhan warung menerima. Dengan waktu habis dua minggu, stok ke setiap warung sampai 50 bahkan lebih. Hingga hari ini, bisa mendapatkan keuntungan, sehingga bisa menyekolahkan anak hingga menikah,” ucapnya.

Meski telah memiliki pasar, Juhuria mengaku kehadiran Polimdo memberikan bantuan yang berarti, terutama dalam melihat kekurangan dan memberikan solusi terhadap pengembangan produknya.

“Hadirnya pihak dari Polimdo. Saya mengucapkan terima kasih, karena mau melihat kekurangan kami dan memberikan solusi. Mudah-mudahan ada kemajuan dari usaha kami, akibat bimbingan dari Polimdo, yang di dalamnya mahasiswa dan dosen,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Danu Tubagus. Ia mengatakan, saat ini produknya telah memiliki tiga mitra warung yang menjual produk dengan harga Rp5.000. Sementara produk dengan harga Rp2.000 telah dipasarkan melalui sekitar 50 warung.

“Sedangkan, yang Rp2.000 mencapai 50 warung yang menerima stok produk saya. Paling jauh itu sampai Tongkaina Minut,” kata Danu yang mengaku telah menjalankan usahanya sejak 2023.

Danu pun menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan tim pengabdian Polimdo.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Polimdo yang telah memberikan saya kesempatan untuk lebih maju lagi statmen pasarnya,” imbuhnya.

Ia berharap pendampingan dari Polimdo dapat terus berlanjut hingga usahanya benar-benar mampu menuju pasar modern. Menurutnya, pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan kemasan dan persaingan pasar, tetapi juga perlu memperhatikan rasa produk serta proses produksi yang lebih teratur.

“Saat ini saya sudah ada NIB, tapi belum ada BRT,” kata Danu.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Dr. Robby yang mengatakan bahwa pihaknya akan membantu menghubungkan Danu dengan dosen yang menangani pengurusan tersebut.

“Namanya Agus Walansendouw, itu dia yang sering mengurus, nanti kami akan coba sampaikan,” ujar Dr. Robby.

Danu menyambut baik tawaran tersebut. Ia mengaku tertarik dengan berbagai praktik yang diberikan dalam kegiatan pengabdian tersebut dan semakin termotivasi untuk mengembangkan usahanya.

“Saya tertarik melihat apa yang dipraktekkan hari ini, dan ingin lebih semangat lagi dalam menjalankan usaha. Untuk itu, makasih Polimdo atas kunjungan beserta bimbingannya kepada kami pelaku UMKM ini. Pintu kami terus terbuka, jika ingin kembali lagi,” tuturnya.

Mahasiswa Nilai Produk Punya Potensi Pasar.

Sementara itu, Sofia Tangkilisan, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian, menilai produk keripik pisang yang dihasilkan kedua UMKM memiliki cita rasa yang sangat baik.

Menurutnya, potensi tersebut akan semakin besar apabila didukung dengan strategi branding dan packaging yang lebih modern.

“Jika rasanya seperti ini, dijual Rp10.000 di lingkungan kampus pun pasti banyak yang akan membeli. Apalagi jika branding dan packaging-nya terlihat baik, maka banyak yang meminatinya, baik rasa maupun bentuknya,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo 

Barta1.Com
Tags: Jurusan AB PolimdoPengabdian Berbasis MasyarakatRobby Tanod Mamusung
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Vanderik Wailan, SH dan Mardianto Bungangu, SH

Tanggapi Isu 'Ijazah Palsu', Vanderik Angkat Bicara

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Jull Takaliuang Sebut Rencana TMS Kembali Menambang sebagai “Kegilaan” 26 September 2026
  • Warga Sangihe Gelar Ritual Adat Dalumatehu Sembanua untuk Menjaga Pulau 26 September 2026
  • Teman Bermain Himapsi JPPB Unima, Jadi Ruang Lepas Penat Mahasiswa Psikologi 26 September 2026
  • Resmikan Gedung PDKB Bogani, PLN Perkuat Kesiapan Tim Untuk Jaga Keandalan Listrik 26 September 2026
  • Persma Vellichor Cetak Calon Jurnalis Muda Lewat PJTD Angkatan IV Batch 2 26 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In