Manado, Barta1.com – Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat Mahasiswa Berdampak – P3M Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan edukasi perpajakan berbasis digital di Toko Kelontong Radiolen Marr, Jalan Pemuda 1 Nomor 8, Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, pada 21 Oktober 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema “Edukasi Pajak Berbasis Digital oleh Mahasiswa dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kepatuhan Wajib Pajak UMKM secara Berkelanjutan dan Efektif.”
Dosen pembimbing, Andreuw Kristian Pantow, SE., MSA., Ak., CA, bersama mahasiswi Vanes Gebryella Sakamole selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena pemahaman mengenai perpajakan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperkuat di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penguatan pemahaman tersebut terutama berkaitan dengan pengenalan kewajiban perpajakan, perhitungan pajak, tata cara pembayaran, hingga pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini mahasiswa berupaya memberikan edukasi sekaligus pendampingan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pelaku UMKM mengenai perpajakan. Edukasi diberikan dengan cara yang mudah dipahami, praktis, dan berbasis digital, termasuk pengenalan sistem administrasi perpajakan, yaitu Coretax,” ungkap keduanya.

Lebih lanjut dijelaskan, terdapat sejumlah materi dan pendampingan yang diberikan kepada mitra UMKM dalam kegiatan tersebut.
Pertama, sosialisasi dan edukasi perpajakan, yakni memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai dasar-dasar perpajakan, kewajiban pajak, serta ketentuan perpajakan yang relevan dengan kegiatan usaha mereka.
Kedua, pendampingan dan simulasi perhitungan pajak. Pada tahap ini, pelaku UMKM mendapatkan praktik serta pendampingan secara langsung mengenai persiapan data dan simulasi perhitungan pajak agar mitra lebih memahami tata cara menghitung kewajiban perpajakan.
“Ketiga, pembuatan modul edukasi perpajakan. Melalui modul ini, para pelaku UMKM diberikan panduan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mempelajari kembali materi perpajakan secara mandiri,” jelasnya.
Selanjutnya, tim juga mengembangkan dashboard digital untuk membantu persiapan dan perhitungan pajak. Perangkat ini diharapkan dapat memudahkan mitra dalam menyiapkan data serta melakukan simulasi perhitungan pajak secara lebih terstruktur.
Tim Pengabdian Polimdo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi mitra UMKM, mulai dari memahami proses perhitungan, pembayaran, hingga pelaporan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam cakupan yang lebih luas, kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh penerapan edukasi perpajakan berbasis digital yang dapat direalisasikan dan dikembangkan oleh pelaku UMKM lainnya.
“Diharapkan juga kegiatan ini dapat menjadi contoh penerapan edukasi perpajakan berbasis digital yang dapat direalisasikan oleh UMKM lainnya,” tuturnya.
Diketahui, tim pengabdian Polimdo ini berada di bawah bimbingan Andreuw Kristian Pantow, S.E., M.S.A., Ak., CA, dengan Vanes Gebryella Sakamole sebagai ketua tim.
Kegiatan ini turut melibatkan 12 mahasiswa Program Studi D-IV Akuntansi Perpajakan serta lima dosen pendamping dari Jurusan Akuntansi Polimdo.
Adapun dosen pendamping yang terlibat, yakni Christony Maradesa, SE., MSA., Ak., Wenny A. Ginting, SE., M.Si., Belthasar Trito Siahaan, M.Si., dan Andreas Randy Wangarry, SE., M.S.A.
Sementara itu, mahasiswa yang menjadi anggota tim pengabdian adalah Jesen Paparang, Tiersa Nurul Farida, Ayudia Nurindah Ramadhani, Claudia J.K. Rindorindo, Merchy Diny Regoh, Manda Syalomita Surentu, Chelsie Audia Pascalia Mende, Natalie M.C. Sigarlaki, Nadia Oktavia Sheren Lampus, Genessa Felisitas Kowuh, dan Priskila Christoffel. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post