Manado, Barta1.com – Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan pengabdian berbasis masyarakat dengan mengangkat tema “Rancang Bangun Tempat Sampah Elektronik di Ruangan Plaza Elektro, Jurusan Teknik Elektro.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas Marson J. Budiman, SST., MT., Oldi Malfri Lambonan, S.Pd., M.Pd., dan Roony Evert Katuuk, SST., MT.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson J. Budiman, mengatakan kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kebersihan dan higienitas lingkungan kampus, khususnya di Ruang Plaza Jurusan Teknik Elektro yang memiliki tingkat aktivitas cukup tinggi.
“Penggunaan tempat sampah konvensional dinilai kurang efektif dan kurang higienis karena masih memerlukan kontak langsung. Selain itu, belum tersedia sistem pemantauan kapasitas sampah yang efisien,” ungkap Marson.
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong perlunya solusi inovatif melalui penerapan teknologi tepat guna berupa tempat sampah elektronik.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah merancang dan mengimplementasikan tempat sampah elektronik otomatis yang mampu meningkatkan kesadaran akan kebersihan, mengurangi kontak langsung dengan sampah, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang elektronika dan sistem cerdas,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan nyata yang terdapat di lingkungan kampus.
Marson menjelaskan, metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem yang mencakup perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), pembuatan prototipe dengan memanfaatkan sensor ultrasonik/infrared dan mikrokontroler, pengujian alat, hingga implementasi di lokasi mitra.
“Dalam proses pembuatan alat ini digunakan diagram blok, wiring diagram, serta flowchart sebagai gambaran cara kerja tempat sampah otomatis. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap masing-masing sensor untuk memastikan sistem dapat berfungsi dengan baik,” terangnya.
Setelah alat selesai dibuat dan diuji, tahap berikutnya adalah sosialisasi penggunaan kepada para pengguna sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem.
“Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses perancangan dan implementasi,” tambahnya.
Menurut Marson, luaran yang ditargetkan dari kegiatan pengabdian ini meliputi produk tempat sampah elektronik yang dapat berfungsi dengan baik, publikasi ilmiah atau laporan pengabdian, serta peningkatan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan teknologi.
“Selain itu, diharapkan tercipta lingkungan kampus yang lebih bersih, sehat, dan berbasis teknologi. Kegiatan ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam pembelajaran berbasis proyek dan inovasi terapan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post