Manado, Barta1.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Pierre Makisanti, kembali menyoroti perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menegaskan, perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Sulut semestinya diberikan secara setara, sebagaimana perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Pierre dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (1/9/2026).
“Kedua, kemarin saya menyampaikan. Ini bukan masalah menolak apa yang menjadi bantuan kepada saudara-saudara yang di NTT. Tapi, saya menyampaikan agar supaya masyarakat di Sulut, juga yang kena bencana diperhatikan juga, ” ungkap Pierre.
Menurutnya, adanya semangat solidaritas dalam lingkup nasional tidak seharusnya membuat pemerintah mengesampingkan kondisi masyarakat di daerah sendiri yang tengah membutuhkan perhatian.
“Jangan sampai, adanya suatu asosiasi se-Indonesia, sehingga Pemprov mengenyampingkan masyarakat yang ada di Sulut,” ujarnya.
Pierre berharap Pemprov Sulut dapat memberikan perhatian yang sama kepada masyarakat yang terdampak bencana di daerah ini. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu sampai jatuhnya korban jiwa untuk kemudian mengambil langkah.
“Kiranya ini diperhatikan sama, kalau bisa. Masyarakat kita di Sulut harus diperhatikan juga, jangan sampai ada korban jiwa, baru mau diperhatikan. Ini menjadi perhatian kita bersama, karena dalam hal ini kita sebagai pengambil kebijakan di sini,” tegasnya.
Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, mencoba menanggapi.
” Apa yang disampaikan oleh Bapak Pierre ini menjadi bagian dari masukan saja, yeah,” ungkap Fransiskus.
Mendengar hal itu, terlihat Ketua TAPD Sulut, Tahlis Galang menulis berbagai masukan yang disampaikan.
Tulisan sebelumnya penjelasan Ketua TAPD Provinsi Sulut, Tahlis Galang, dengan judul : Bantuan Rp750 Juta untuk NTT, Prioritas Sulut Dipertanyakan: Ketua TAPD Jelaskan Pertimbangan Pemprov
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Tahlis Galang, mencoba memberikan penjelasan terkait pernyataan Pierre Makisanti mengenai persoalan skala prioritas yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulut sebelum memberikan bantuan ke daerah lain.
Tahlis menegaskan bahwa kepedulian terhadap daerah yang sedang mengalami musibah merupakan bagian dari semangat kebersamaan antardaerah. Menurutnya, langkah tersebut juga dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat.
“Terkait dengan kepedulian kita terhadap daerah lain yang mengalami musibah, kami juga mengikuti perkembangan. Menteri Dalam Negeri secara langsung menginstruksikan kepada seluruh gubernur se-Indonesia. Kami juga mengikuti perkembangan informasi dari sekretaris daerah provinsi se-Indonesia. Teman-teman di Badan Keuangan juga demikian,” ungkap Tahlis di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, pemberian bantuan kepada daerah yang tertimpa musibah dilakukan hampir secara serentak oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia sebagai bentuk solidaritas dan simpati.
“Seluruh Indonesia memberikan bantuan sebagai bentuk simpati. Ini momentum yang Bapak Menteri sampaikan. Jadi, di sinilah tempat kita untuk saling peduli,” ujarnya.
Terkait besaran bantuan yang diberikan Pemprov Sulut, Tahlis menyebut angka Rp750 juta berada di antara nominal bantuan yang diberikan provinsi-provinsi lain.
“Kita memberikan sebesar Rp750 juta. Itu di antara yang tinggi dan rendah. Di atas kita banyak, tapi ada yang di bawah kita, Rp500 juta. Jadi, kami juga berpikir Rp750 juta ini sebagai bentuk tali asih, kepedulian Pemerintah Provinsi bersama DPRD, karena diserahkan di sini. Ini juga memudahkan kita, sebagai bagian dari masyarakat NTT yang mengalami musibah. Pertimbangan kita ke sana, karena hampir semua provinsi memberi sumbangsih yang sama,” kata dia. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post