Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Pariwisata, sukses menggelar kuliah umum yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Rabu (12/08/2026).

Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, Dr. Bernadain Dainty Polii, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan kuliah umum dapat terlaksana dengan baik.
“Kiranya materi yang baik dalam kuliah umum ini boleh menjadi dasar bagi kita untuk melangkah. Di dalamnya terdapat berbagai motivasi, bukan hanya untuk mahasiswa Perhotelan, tetapi juga seluruh mahasiswa yang ada di Jurusan Pariwisata,” ungkap Bernadain sambil tersenyum.

Menurutnya, kegiatan kuliah umum seperti ini sudah rutin dilaksanakan oleh Jurusan Pariwisata setiap mengawali kegiatan perkuliahan pada semester berjalan. Selain menjadi ruang untuk menambah wawasan mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai aktivitas dan capaian mahasiswa kepada para tamu yang hadir.

Ia menjelaskan, mahasiswa Jurusan Pariwisata yang hadir dalam kegiatan tersebut belum seluruhnya dapat mengikuti kuliah umum karena sebagian lainnya sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu tahun di Jepang.
“Mahasiswa kami tidak semuanya hadir karena sebagian masih menjalani tahapan PKL selama satu tahun di Jepang. Ada yang berada di Osaka dan Okinawa. Sementara itu, pada hari ini juga ada mahasiswa yang sedang berangkat ke Taiwan, bahkan sebagian sudah berada di Taiwan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bernadain mengatakan bahwa pada November mendatang, sebanyak 30 mahasiswa Polimdo direncanakan akan berangkat ke Taiwan. Saat ini, proses pengurusan berbagai dokumen dan persyaratan keberangkatan masih terus dilakukan.
“Sekali lagi, saya atas nama pimpinan Jurusan dan para dosen mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah hadir pada hari ini, baik dalam rangka penandatanganan MoU maupun sebagai narasumber dalam kuliah umum dari GM Hotel Aston Manado,” tuturnya.
Sebelumnya juga, Reinhard Worang, Mahasiswa Polimdo, Jurusan Pariwisata menyampaikan bahwa cita – citanya ingin menjadi seorang General Manager (GM) di suatu perusahaan kelak nanti . Hal itu disampaikan kepada GM Aston Manado Hotel, Dikdik Solehudin, saat memberikan pertanyaan tentang masa depan setiap mahasiswa.
“Saat ingin menjadi seorang GM Bapak, ” ungkap Reinhard yang menuai respon eforia oleh peserta seminar Kuliah Umum Jurusan Pariwisata Polimdo, serta penandatanganan MoU pemerintah dan industri.
Kuliah umum serta penandatanganan MoU itu mengangkat tema ” Kolaborasi strategis Akademisi, Pemerintah dan Industri untuk Pengambangan Pariwisata Berkelanjutan di Sulawesi Utara.” Menghadirkan motivasi yang sangat penting dari narasumber.
Setelah mengajukan pertanyaan, GM Dikdik membuka slide materinya dengan kalimat The Beginning (Awal Mula). Menurutnya, setiap perjalanan selalu dimulai dari langkah pertama.
Bahkan slide bagian kanan bawah bertuliskan “setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalan besar”.
Dikdik kembali mengajukan pertanyaan ada mau gaji besar ? Mahasiswa sontak menjawab mau.
“Paling sedikit 15 juta perbulannya. Di Hotel Aston di Sentul saja, ada pegawai 7 juta perbulan bahkan ada 22 juta,” ungkap dia sambil membangkitkan semangat peserta Kuliah untuk.
Menurut dia, dalam proses menjadi orang sukses yang diutamakan adalah attitude.
“Ingin berhasil harus menjaga attitude, rendah hati, bagaimana melayani orang dengan baik serta tulus. Pinter bisa diasah saat di sekolah, namun adat lebih tinggi daripada ilmu,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa harus benar – benar menjadi hotel lier, yang di mana mengutamakan adat yang tertinggi.
Selanjutnya, dia memperlihatkan slide berikutnya dengan bertuliskan “No Straight Line ” (Bukan Garis Lurus), bahkan dirinya menjadi bahwa tidak semua orang memulai dari tempat yang sama.
” Setiap proses yang kita jalani pastinya ada tantangannya, namun menjadi pemimpin harus memberikan dampak. Kita harus memberikan contoh pada diri kita sendiri. Kalau mengarahkan orang lain tidak merokok, kau harus melakukan hal yang sama, jangan Sampai kalian – kalian merokok, ” terangnya.
Selanjutnya, pertanyaan terkait hiking. “Kata orang Manado atap Sulut adalah Gunung Klabat dengan ketinggian 210 0 MDPL. Ketika melakukan pendakian, artinya kita harus melangkah, punya tujuan, intinya harus summit. Tujuan adik – adik saat ada di sini pun harus jelas, setalah kuliah harus kemana dan berbuat apa.”
Jika seseorang melakukan pendakian, tetapi post 1 sudah menyerah, kira – kira bisa Summit?. Jawab mahasiswa sontak: tidak. Dikdik kembali memberikan penguatan, jika tidak, harus kembali melakukan pendakian, jangan pernah menyerah. ” Kegagalan bukan akhir, melainkan itu adalah proses. Itu adalah keberhasilan yang tertunda. Jangan pernah menyerah untuk mencapai puncaknya.”
“Ibaratnya ketika teman – teman tercium wangi, minimal kena dengan pembuat atau penjual parfum, begitupun ketika ingin menjadi GM, harus bergaul setidaknya dengan GM. Jika ada GM bangun pagunya jam 3, kalian paling tidak jam 2 pagi,” tuturnya.
Yg
Bahkan dia memberikan kunci kesuksesan sesungguhnya adalah mematuhi orang tua.
“Saya menjadi seorang GM, semua karena didikan orang tua. Orang tua saya seorang ASN. Kepada Dinas di Provinsi Jawa, tetapi di rumah mereka mendidik saya dengan keras. Di rumah itu harus mencuci piring, mengatur tempat tidur, membereskan rumah. Saya tahu bahwa mereka mendidik saya untuk menjadi seorang leader,” ucapnya.
Untuk itu, tambah dia, untuk menghormati orang tua semasih mereka masih ada. ” Karena kunci kesuksesan adalah doa orang tuamu, ” pungaksnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post