Manado, Barta1.com – Ketidakhadiran dua Direktur Rumah Sakit (RS) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara menjadi sorotan dalam agenda yang digelar di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Selasa (14/07/2026).
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Vonny Paat, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr. Rima F. Lolong, memaparkan berbagai program yang telah dijalankan sepanjang semester pertama tahun 2026.
Sebelum memulai pemaparan, dr. Rima terlebih dahulu memperkenalkan jajaran yang hadir dalam RDP.
“Izin memperkenalkan yang hadir pada kesempatan ini. Saya sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr. Rima F. Lolong, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Fernando Maikel Mongkau, serta delapan UPTD Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Ia kemudian memperkenalkan para pimpinan UPTD yang hadir, di antaranya Direktur Rumah Sakit Tipe B dr. David C. Kolibu, Direktur RS Manembo-nembo Bitung dr. Nicolas Cahlly Tirayoh, Direktur Rumah Sakit Mata dr. Nancy Muaya, Direktur RSUD Noongan dr. Harto Necsen Linelejan, Wakil Direktur RSJ Ratumbuysang Nofie A. Rumampuk yang mewakili direktur, serta perwakilan Kepala Bapelkes, Olce, karena kepala Bapelkes masih dalam masa pemulihan.
Saat sesi penjelasan berlangsung, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, mempertanyakan ketidakhadiran Direktur RSJ Ratumbuysang.
“Direktur RSJ Ratumbuysang siapa?” tanya Louis.
Dr. Rima menjawab bahwa direktur rumah sakit tersebut adalah dr. Ester M. S. S. Wowor.
“Kenapa tidak hadir?” lanjut Louis.
“Izin, ada tugas di luar daerah untuk mengikuti kegiatan Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga),” jawab dr. Rima.
Mendengar penjelasan tersebut, Louis memberikan tanggapan tegas.
“Dia itu urus PKK atau dokter? Pastikan dulu supaya jelas. Kalau mau urus PKK, urus PKK. Kalau mau urus rumah sakit, ya urusannya rumah sakit. Mohon ini disampaikan,” tegasnya.
Dr. Rima kemudian melanjutkan bahwa Rumah Sakit Infeksi Kitawaya diwakili oleh Joice Limpele.
Louis kembali menanggapi.
“Tidak hadir karena PKK juga?”
“Iya,” jawab dr. Rima.
Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Vonny Paat, kemudian menanyakan siapa Direktur Rumah Sakit Infeksi Kitawaya.
“Direkturnya dr. Kethlin Carolin Mewo,” jawab dr. Rima.
Mendengar hal itu, Louis kembali menyoroti kondisi tersebut.
“Kelihatannya lebih banyak mengurus PKK. Persoalan ini mohon diperhatikan,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post