Bitung, Barta1.com — Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Kesehatan, bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Intelijensia Kristen Indonesia (PIKI), menggelar sosialiasi dan edukasi penyalahgunaan zat adiktif (Lem) dan dampaknya terhadap kalangan remaja. Kamis, (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMAS Kristen Tumou Tou Girian ini, juga merupakan satu bentuk kampanye dan pergerakan bagi seluruh masyarakat untuk bisa hidup sehat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum & Politik, Ricy Y. R. Tinangon, S.STP, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pitter H. Lumingkewas, M.Kes, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bitung, Dr. Ir. Haidy Malingkas, M.Si. Camat Girian Rukman Rasyid, S.Sos, Jajaran DPC PIKi Kota Bitung, para guru,.serta perwakilan siswa-siswi tingkat SMA dan SMP se-kota Bitung.
Juga hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung, Kompol. Widarsono, SH., MH, Kasat Res Narkoba Polres Bitung IPTU Dr. Jefri Duabay, S.H., M.H. Ovelia Aiko rotua Pakpahan, S.H selaku Jaksa pada Kejaksaan Negeri Bitung, dan juga Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Kota Bitung, Meiva Lidia Woran, S.H., MH.
Wali Kota Hengky Honandar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPC PIKI yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, masa remaja seharusnya menjadi masa untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan.
“Jangan pernah menganggap penyalahgunaan lem sebagai sesuatu yang sepele atau sekedar ikut-ikutan. Kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, perkembangan diri, pendidikan, hubungan sosial, serta dapat menghambat masa depan,” ucap Hengky Honandar.
Pada kesempatan tersebut, Hengky Honandar mengajak kepada adik-adik remaja untuk berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan zat adiktif. Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk terus memberikan perhatian, pendampingan dan komunikasi yang baik kepada anak-anak.
“Sebagai pemerintah Kota Bitung, kami tentu tidak dapat bekerja sendiri. Upaya melindungi generasi muda membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, ormas serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap, kegiatan yang dilaksanakan oleh DPC PIKI Kota Bitung ini tidak hanya berhenti pada sosialiasi saja, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Ketua DPC Persatuan Intelijensia Kristen Indonesia (PIKI), dr. Pitter H. Lumingkewas, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye kesehatan masyarakat dengan mengangkat tema kesehatan mental.
Menurutnya, keprihatinan dinas kesehatan khusus di Kota Bitung terpusat pada permasalahan penyalahgunaan zat adiktif atau lem dengan banyak merek. Karena itu, Dinas kesehatan bekerjasama dengan PIKI Agar supaya bisa mengundang berbagai lintas sektor.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak didik bisa membantu untuk mengedukasi kepada teman sebaya terkait bahaya atau dampak penyalahgunaan lem supaya kedepannya generasi emas Kota Bitung bisa memberi sumbangsih generasi emas Indonesia 2045,” kata dr. Pitter.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMAS Kristen Tumou Tou Girian, selaku ketua panitia pelaksana kegiatan, Goldfriet Ronny Sirfles Bawotong S.Pd., M.Pd, menjelaskan, kegiatan sosialiasi ini terbuka untuk umum. Semua yang diundang adalah organisasi-organisasi kemasyarakatan termasuk siswa SMP dan SMA di Kota Bitung.
“Kami mengajak kepada semua peserta untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat umum, terkait bahaya penggunaan lem dan juga narkoba, agar supaya Kota Bitung kedepan menjadi Kota yang aman, harmonis, dan tidak ada lagi ganguan kamtibmas oleh karena penyalahgunaan zat adiktif dan sebagainya,” Pungkasnya. (Q’po)


Discussion about this post