Manado, Barta1.com – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Andi Silangen, mengingatkan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulut, Tahlis Galang, beserta jajarannya agar tidak menjadikan rumah sakit sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut disampaikannya dalam pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sulut Tahun Anggaran 2025 di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (7/7/2026).
“Saya memperhatikan distribusi PAD banyak di rumah sakit. Rumah sakit saat ini ingin kami dorong menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga tidak lagi menjadi mesin atau sumber utama PAD,” ujar Fransiskus.
Ia menegaskan, fungsi utama rumah sakit adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan menjadi sumber pendapatan daerah.
“Di Sulawesi Utara, rumah sakit belum seluruhnya berstatus BLUD. Sementara di daerah lain, hampir semuanya sudah menjadi BLUD,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, membebankan target PAD kepada rumah sakit tidak sejalan dengan tujuan pendiriannya.
“Rumah sakit daerah dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, orientasi mencari keuntungan bukanlah tujuan utama rumah sakit,” katanya.
Fransiskus juga menyoroti laporan yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulut, June E. Silangen, SE.Ak., M.Si., yang menunjukkan masih besarnya kontribusi PAD dari sektor rumah sakit melalui retribusi dan berbagai penerimaan lainnya.
“Saya melihat laporan yang disampaikan Kepala Bapenda, hampir semuanya menunjukkan rumah sakit masih menjadi penyumbang retribusi dan penerimaan lainnya,” tambahnya.
Ia kemudian menceritakan pengalaman saat melakukan studi banding ke DKI Jakarta. Menurutnya, tujuh rumah sakit di daerah tersebut telah menerapkan sistem BLUD dengan orientasi utama pada peningkatan kualitas pelayanan.
“Pihak rumah sakit sudah setuju menjadi BLUD, dan kami di DPRD juga mendukung, karena motivasinya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, saat Fransiskus menyampaikan penjelasannya, terlihat Ketua TAPD Sulut, Tahlis Galang, mencatat setiap masukan yang disampaikan dalam pembahasan tersebut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post