• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Kotamobagu

Kurangi Beban TPA, Istri Karyawan PLN Kotamobagu ‘Sulap’ Limbah Dapur Jadi Cairan Ajaib Eco Enzyme

by Ady Putong
7 Juli 2026
in Kotamobagu, Webtorial
0
Workshop Eco Enzyme digelar PIKK PLN UP3 Kotamobagu. (foto: Humas PLN)

Workshop Eco Enzyme digelar PIKK PLN UP3 Kotamobagu. (foto: Humas PLN)

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kotamobagu, Barta1 — Masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sejatinya bermula dari area yang paling dekat dengan keseharian kita: dapur keluarga. Menyadari besarnya dampak akumulasi limbah rumah tangga tersebut, Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UP3 Kotamobagu mengambil langkah taktis lewat Gerakan Peduli Lingkungan yang dihelat pada Senin (06/07/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, timbulan sampah organik—terutama sisa makanan dan dapur—masih mendominasi lebih dari 40 persen total sampah di Indonesia.

Jika dibiarkan menumpuk di TPA tanpa pengolahan, limbah ini akan menghasilkan gas metana yang memperparah efek rumah kaca. Fakta inilah yang mendorong pentingnya intervensi langsung dari skala rumah tangga.

Menjawab tantangan ekologis tersebut, PIKK PLN UP3 Kotamobagu menggelar Workshop Pembuatan Eco Enzyme dan Lomba Daur Ulang di Aula Bogani PLN UP3 Kotamobagu.

Mengusung tema tajam “Mengubah Sampah Organik Menjadi Solusi Ramah Lingkungan”, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan budaya hidup hijau (green lifestyle) yang mengakar kuat dari rutinitas keluarga sehari-hari.

Inisiatif kaum ibu ini rupanya mendapat sorotan positif dari jajaran manajemen puncak. Dari tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, gerakan ini sangat selaras dengan komitmen makro PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap lini korporasi.

“PLN tidak hanya fokus pada penyediaan energi listrik yang andal, tetapi juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan lingkungan. Langkah kecil yang dimulai oleh ibu-ibu PIKK dari dapur rumah tangga ini, jika dilakukan secara konsisten, akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan sekitar. Kami berharap program seperti ini terus menginspirasi dan dapat direplikasi di unit-unit kerja lainnya,” ungkap Usman.

Untuk memastikan substansi edukasi tersampaikan dengan tepat, panitia menghadirkan Martika Sandra Raupu, S.K.M., seorang Pegiat Eco-Enzyme sekaligus Wellnesspreneur, sebagai narasumber utama.

Diikuti dengan antusiasme tinggi, puluhan anggota PIKK duduk mencatat teori kemudian langsung mempraktikkan cara meracik limbah organik seperti kulit buah dan potongan sayur sisa menjadi produk bernilai guna.

Dalam paparannya, Martika mengurai ragam keajaiban dari sebotol eco enzyme. Lewat proses fermentasi sederhana yang terukur, sampah organik yang kerap dianggap tidak berguna bertransformasi menjadi cairan serbaguna.

Cairan ini terbukti ampuh dan ramah lingkungan saat diaplikasikan sebagai pupuk organik cair, cairan pembersih lantai alami, hingga penetral bau tak sedap.

“Eco enzyme bukan sekadar hasil fermentasi limbah organik, tetapi sebuah gerakan lingkungan yang bisa dilakukan siapa saja. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, kita turut berkontribusi mengurangi sampah dan menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” urai Martika.

Tak berhenti pada edukasi pengolahan sampah basah, ajang peduli bumi ini juga dirangkaikan dengan lomba video pembuatan barang daur ulang. Lomba visual ini sukses memotret ragam kreativitas istri karyawan dalam menyulap barang bekas yang kehilangan fungsi menjadi produk estetis bernilai ekonomi tinggi, sebagai wujud nyata penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Ketua PIKK PLN UP3 Kotamobagu, Arlin Rau Reki Wowiling, menekankan bahwa edukasi dan lomba ini adalah manifestasi kontribusi nyata para istri insan PLN.

“Kami ingin mengajak seluruh anggota PIKK untuk memulai gerakan peduli lingkungan dari rumah masing-masing. Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme dan kreativitas mendaur ulang barang bekas, kita dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi sampah. Semoga ini menjadi awal dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya. (**)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: Berita Kotamobagu TerkiniCara Membuat Eco EnzymeDaur Ulang SampahEco EnzymeESG PLNGerakan Peduli LingkunganLimbah Rumah TanggaPengolahan Sampah OrganikPIKK PLN KotamobaguPLN UID SuluttenggoUsman Bangun PLN
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Tim Peneliti Polimdo Kenalkan Aplikasi Digital bagi Koperasi, UMKM, dan Nelayan

Tim Peneliti Polimdo Kenalkan Aplikasi Digital bagi Koperasi, UMKM, dan Nelayan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Redam Aksi Tawuran Pasar Tua dan Kombos, AKBP Arie Sulistyo Imbau Selesaikan Konflik Dengan Komunikasi 24 Agustus 2026
  • Kritis! Layanan WiFi XL Dikeluhkan Warga, Gangguan hingga 24 Jam 23 Agustus 2026
  • Prof Tri Hanggono: Polimdo Jangan Kehilangan Jati Diri, “Politeknik Ya Politeknik” 22 Agustus 2026
  • Steven Tegaskan Dokumen Jetty Lengkap, Luruskan Pemberitaan Sebelumnya 22 Agustus 2026
  • Buka Akses dan Tumbuhkan Ekonomi Desa Ambara, PLN UP3 Gorontalo Salurkan Bantuan Pembangunan Jalan Usaha Tani 21 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In