Manado, Barta1.com — Jurnalis senior Iverdixon Tinungki meraih pencapaian prestisius setelah dirinya menerima penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kemendikdasmen. Prestasi itu dianugerahkan setelah editor senior dan pendiri Barta1.com melewati kiprah 40 tahun di bidang kesastraan Tanah Air, khususnya di Sulawesi Utara.
Kepala BPPB Hafidz Muksin SSos, MSi menyerahkan langsung anugerah tersebut pada Iverdixon di Manado, tepatnya di Ommo Cafe Tuminting pada Sabtu (28/06/2026), didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulut, Januar Pribadi SIP, MM. Iverdixon juga didampingi sutradara teater dari Sanggar Kreatif, Aldes Sambalao, ketika menerima penganugerahan tersebut.
Dalam pertemuan penuh keakraban ini, Hafidz Muksin menyatakan apresiasi terhadap Iverdixon Tinungki yang sudah memberi warna tersendiri pada khazanah susastra Tanah Air.
“Saya kira ini momen pertemuan luar biasa bisa berjumpa dengan salah satu seniman dan sastrawan dari Sulawesi Utara yang sudah berkiprah 40 tahun sehingga kami dari pihak kementerian sangat mengapresiasi,” kata Hafidz.
Sebagai pemimpin lembaga literasi nasional, Hafidz menyerukan agar semua pegiat sastra di Bumi Nyiur Melambai untuk terus berkarya. Apalagi literasi jauh melampaui definisi kaku; sekadar kemampuan teknis untuk mengenali alfabet, mengeja kata atau rangkai kalimat gramatikal.
Bagi yang hidup, bernapas dan bekerja dengan teks, literasi adalah sebuah ekosistem pemikiran dan instrumen peradaban.
Usai menerima penghargaan, Iverdixon menyampaikan ungkapan terima kasihnya pada perhatian terhadap sastrawan Indonesia.
“Sebuah pengalaman besar dan sangat berharga bagi saya menerima anugerah ini sehingga bisa tetap menjaga literasi sebagai tanggung jawab untuk ikut memperkaya diskursus publik melalui tulisan dan karya sastra yang mencerahkan,” kata dia.
Dalam haluan hidupnya, Iverdixon Tinungki menjadikan sastra sebagai nafas dan doa. Ia adalah seorang sastrawan, budayawan dan jurnalis senior yang menulis ribuan puisi dan karya sastra lainnya. Lahir di Manado pada tahun 1963 dan dikenal karena dedikasinya yang mendalam terhadap dunia sastra, teater serta pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal khususnya kawasan Nusa Utara.
Ia merupakan pendiri sekaligus editor senior di portal berita Barta1.com. Melalui platform ini, ia banyak menulis dan memublikasikan artikel penelusuran sejarah, filsafat dan kebudayaan lokal. Keterlibatannya di dunia seni telah dimulai sejak ia duduk di bangku SLTP, dengan fokus utama pada teater dan puisi.
Iverdixon pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Utara. Karya-karyanya tersebar di berbagai media massa daerah maupun nasional, seperti puisi dan naskah drama. Kapasitasnya sebagai penyair juga diakui secara nasional terbukti dengan beberapa kali undangan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk membacakan karyanya di Taman Ismail Marzuki, bahkan 3 buku puisinya menerima anugerah terbaik dan terpuji di momentum peringatan Hari Puisi Nasional, selang 3 tahun berturut.
Salah satu sumbangsih terpentingnya bagi literasi dan kebudayaan adalah usahanya menggali, mendokumentasikan, dan mengaktualisasikan tradisi lisan purba. Ia secara khusus mengangkat kembali puisi-puisi mantra dan tradisi tutur suku bangsa Sangihe Talaud, seperti Sasambo yakni syair pemujaan dan pengajaran masa lampau yang diiringi alat tetabuhan tagonggong.
Agar nilai-nilai adiluhung ini tidak punah dan bisa diterima oleh generasi modern, ia sering melakukan pertunjukan musikalisasi puisi mantra Sangihe, yang rekamannya juga diarsipkan dalam bentuk digital. (*)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post