Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), melalui Jurusan Administrasi Bisnis, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sabtu (13/6/2026), dengan mengangkat tema “Peningkatan Literasi Lingkungan dan Kewirausahaan UMKM Kelurahan Kairagi Dua Melalui Program Edukasi dan Pendampingan Terpadu.”
Kegiatan tersebut melibatkan tim pengabdian yang diketuai Vincentius Pantow, S.S., M.Hum., bersama Wingston M. J. Longdong, S.S., M.Hum., dan Dra. Selvie R. I. Mandang, M.M. Sementara itu, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Agustinus Walansendouw, S.E., M.Si.
Ketua tim pengabdian, Vincentius Pantow, kepada Barta1.com mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan literasi lingkungan sekaligus kapasitas kewirausahaan pelaku UMKM di Kelurahan Kairagi Dua melalui pendekatan edukasi dan pendampingan terpadu berbasis vokasi.
Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku UMKM, mulai dari rendahnya pemahaman mengenai praktik usaha yang ramah lingkungan, keterbatasan dalam menerapkan manajemen usaha berkelanjutan, hingga minimnya inovasi dalam pengembangan produk hijau.
“Kondisi ini berdampak pada rendahnya daya saing UMKM lokal dalam menghadapi tuntutan pasar yang semakin berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, tim pengabdian menerapkan sejumlah metode, di antaranya pelatihan, workshop, serta pendampingan secara langsung dalam penerapan prinsip green business.
Pendampingan tersebut mencakup efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, hingga pengembangan inovasi produk yang lebih ramah lingkungan.
“Untuk memberikan solusi dari setiap permasalahan yang ditemukan, kami melakukan berbagai metode, mencakup pelatihan, workshop, serta pendampingan langsung dalam penerapan prinsip green business seperti efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, dan inovasi produk ramah lingkungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut melibatkan kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan di tingkat kelurahan secara terpadu.
Gambaran Kondisi UMKM Kairagi Dua
Kelurahan Kairagi Dua merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Wilayah ini memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dengan basis perekonomian yang sebagian besar bertumpu pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan observasi awal tim pengabdi, terdapat puluhan pelaku UMKM aktif di wilayah tersebut yang bergerak di berbagai bidang, seperti kuliner, kerajinan, perdagangan eceran, dan jasa.
Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menjalankan aktivitas usaha secara konvensional dan belum sepenuhnya memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Penggunaan bahan yang kurang ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang belum terstandar, serta terbatasnya pengetahuan mengenai prinsip-prinsip green business menjadi sejumlah persoalan yang masih dihadapi.
Dari sisi produksi, pelaku UMKM sasaran juga dinilai belum menerapkan efisiensi sumber daya secara optimal. Penggunaan energi, air, dan bahan baku masih cenderung boros serta belum mempertimbangkan aspek daur ulang.
Sementara dari sisi manajemen, sistem pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana dan belum sepenuhnya berorientasi pada keberlanjutan.
Begitu pula dalam aspek pemasaran. Produk yang dihasilkan belum banyak menonjolkan nilai-nilai ramah lingkungan, padahal aspek tersebut kini semakin mendapat perhatian dan diminati konsumen.
Analisis situasi tersebut menjadi dasar bagi tim pengabdi dalam menyusun program pemberdayaan yang mencakup kondisi mitra secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, produk atau jasa, distribusi, manajemen, pemasaran, hingga sarana pendukung usaha.
Dorong UMKM Berkelanjutan
Program pengabdian ini memiliki sejumlah tujuan utama, yakni meningkatkan literasi lingkungan pelaku UMKM di Kelurahan Kairagi Dua, meningkatkan kapasitas manajemen usaha berkelanjutan, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang lebih ramah lingkungan.
Tujuan tersebut selaras dengan fokus unggulan jurusan, khususnya dalam pengembangan bisnis UMKM ramah lingkungan, serta tema program studi mengenai dampak sosial dan lingkungan dari praktik UMKM.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita 3 yang menekankan penguatan ekosistem bisnis berbasis keberlanjutan.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM lokal dan upaya menciptakan lapangan kerja yang layak.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan prinsip green business pada sektor UMKM.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah kelurahan juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui program edukasi dan pendampingan terpadu ini, Polimdo diharapkan tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan di tengah masyarakat. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post