Sangihe, Barta1.com – Dampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) masih terus didata oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di wilayah terluar Kecamatan Kepulauan Marore yang berada dekat dengan pusat guncangan.
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan pemerintah daerah saat ini masih melakukan inventarisasi dan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak gempa melalui kepala kampung, lurah, dan aparat terkait.
“Baik kepala kampung maupun lurah sementara menginventarisir dan mendata jumlah rumah yang rusak akibat gempa,” kata Thungari.
Menurutnya, berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah daerah, kerusakan paling signifikan terjadi di Kecamatan Kepulauan Marore, khususnya di Kampung Kawio dan Kampung Matutuang.
“Kampung Kawio dan Kampung Matutuang berada lebih dekat dengan titik gempa, sehingga dampaknya lebih besar. Sejumlah rumah, terutama yang semi permanen, mengalami kerusakan berat dan saat ini masih dalam proses identifikasi,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, upaya penanganan dan penyaluran bantuan menghadapi tantangan geografis karena lokasi terdampak berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jarak menuju wilayah terdampak diperkirakan mencapai 60 hingga 80 mil laut.
Kondisi tersebut membuat akses menuju lokasi membutuhkan dukungan transportasi laut dan koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan pengiriman bantuan darurat bagi warga yang terdampak.
“Kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kapal yang dapat digunakan untuk mengangkut bantuan. Semua kemampuan yang kami miliki, baik personel maupun material bantuan, sementara disiapkan untuk segera dikirim kepada masyarakat di Kecamatan Kepulauan Marore,” katanya.
Gubernur Sulut Hubungi Bupati Sangihe
Di tengah proses pendataan kerusakan akibat gempa Sulawesi Utara hari ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah menyatakan kesiapan untuk membantu penanganan bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Bupati mengungkapkan bahwa Gubernur Sulawesi Utara telah menghubunginya pada Senin pagi guna memperoleh laporan perkembangan situasi pascagempa.
“Tadi pagi Pak Gubernur sudah menghubungi saya dan saya telah melaporkan kondisi terkini, termasuk jumlah rumah yang rusak. Puji Tuhan sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Thungari.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara saat ini menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai dasar penyaluran bantuan dan langkah penanganan lebih lanjut.
“Provinsi siap membantu Kabupaten Kepulauan Sangihe. Saat ini tinggal menunggu laporan resmi mengenai situasi dan kondisi di lapangan,” katanya.
Hingga Senin siang, proses pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah pulau terluar yang terdampak gempa. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post