Luwuk, Barta1.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk kembali merealisasikan komitmen tanggung jawab sosial kemasyarakatannya. Kehadiran perusahaan pelat merah ini dibuktikan melalui penyaluran bantuan bagi anak-anak yatim di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Selasa (12/05/2026).
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, jajaran manajemen dan pegawai PLN turun langsung menyerahkan bantuan ke Rumah Yatim Tahfidz Al-MA’UN. Bantuan yang disalurkan berupa santunan uang tunai serta paket kebutuhan pokok (sembako) yang ditujukan untuk menopang biaya operasional dan pemenuhan nutrisi harian para santri di panti asuhan tersebut.
Suasana khidmat namun sarat dengan kehangatan mewarnai pertemuan antara insan PLN dan puluhan anak yatim. Senyum sumringah para santri tampak mengembang ketika menerima langsung bantuan tersebut, menegaskan kehadiran institusi negara di tengah-tengah mereka memberikan suntikan moril tersendiri di luar sekadar nilai materi yang diberikan.
Langkah strategis PLN UP3 Luwuk ini sejalan dengan pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penyaluran bantuan sosial ini merupakan bentuk mitigasi risiko sosial sekaligus wujud nyata kepedulian BUMN terhadap pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan kelompok rentan di kawasan timur Indonesia.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menegaskan bahwa aksi sosial ini adalah bagian integral dari budaya kerja korporat.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan tidak lepas dari doa dan dukungan masyarakat, termasuk anak-anak kita di panti asuhan,” ujar Usman dalam keterangan resminya.
Lebih jauh, Usman menekankan pentingnya kehadiran perusahaan yang membawa manfaat langsung dan konkret bagi warga di sekitar wilayah operasi kelistrikan.
“Energi yang kami salurkan bukan sekadar aliran listrik di kabel-kabel, melainkan juga energi kebahagiaan, kepedulian, dan optimisme bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Komitmen serupa juga tertanam kuat di level manajemen unit pelaksana. Bagi insan PLN di daerah, tanggung jawab korporasi tidak sekadar berputar pada pemeliharaan jaringan dan pencapaian target teknis kelistrikan, tetapi juga mencakup pembentukan empati yang tinggi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menyampaikan bahwa perhatian ini diharapkan mampu memantik semangat para santri.
“Bagi kami, listrik bukan hanya tentang menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi masa depan anak-anak kita. Melalui santunan ini, kami ingin memberikan motivasi agar adik-adik di Rumah Yatim Tahfidz Al-MA’UN tetap semangat belajar dan optimis dalam meraih cita-cita,” jelas Ridwan.
Dari pihak penerima manfaat, apresiasi mendalam disuarakan oleh Ketua Rumah Yatim Tahfidz Al-MA’UN, Amal Hamsah S.H. Menurutnya, pendekatan humanis yang konsisten ditunjukkan oleh manajemen PLN tidak hanya membantu meringankan beban finansial pengurus panti, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi anak-anak asuhnya.
“Kehadiran jajaran manajemen langsung ke tempat kami sangat berarti; anak-anak merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Semoga PLN selalu diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan dalam menerangi negeri,” tutur Amal.
Rangkaian kegiatan silaturahmi ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan kerja seluruh petugas PLN yang tengah berjibaku menjaga keandalan pasokan listrik. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post