Sangihe, Barta1.com – GMIST Jemaat Maranatha Tahuna menggelar ibadah Paskah di ruang terbuka kawasan Boulevard Tahuna, Minggu subuh, (5/4/2026). Ibadah yang berlangsung dalam suasana khidmat itu dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Ketua TP PKK Cherry Thungari Soeyoenus.
Ibadah dipimpin Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) GMIST Maranatha Tahuna, Pdt. Gritha Dumaili Luase, didampingi Pdt. Sintike Patras Dalope, Pdt. Mathilda Marsesa-Ponto, serta Pdt. Emeritus E. Maitulung-Mapia.
Dalam khotbahnya, Pdt. Gritha mengawali perenungan dengan pembacaan Injil Lukas 24:1–12, yang mengisahkan kebangkitan Yesus Kristus. Ia menuturkan kembali kesaksian para perempuan yang datang ke kubur pada hari pertama minggu itu dan mendapati kubur telah terbuka serta tubuh Yesus tidak lagi ada.
“Peristiwa kebangkitan ini menjadi dasar iman dan harapan baru bagi setiap orang percaya,” ujarnya.
Bupati Michael Thungari mengatakan, meski baru pertama kali mengikuti ibadah Paskah bersama Jemaat Maranatha, ia merasakan kedekatan secara emosional. Ia menyebut kawasan Boulevard bukan tempat yang asing, mengingat keluarganya pernah tinggal di wilayah itu sejak 2016 hingga 2024.
“Saya sudah sering mendengar ibadah subuh di Boulevard, dan hari ini akhirnya bisa merayakan Paskah bersama jemaat di sini,” kata Michael.
Dalam sambutannya yang diselingi humor, Michael mengakui tidak mudah mengikuti ibadah subuh, terlebih saat cuaca kurang bersahabat. Namun, ia menyebut dukungan keluarga menjadi penguat.
“Tidak mudah bangun subuh, apalagi kalau hujan. Tapi saya lihat istri saya sudah bersiap, jadi saya ikut. Ternyata Tuhan menolong lewat istri yang menguatkan,” ujarnya, disambut tawa jemaat.
Ia mengapresiasi cara Jemaat GMIST Maranatha merayakan Paskah di ruang terbuka. Menurut dia, perayaan tersebut mencerminkan sukacita iman sekaligus kebersamaan umat.
Michael menegaskan, Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk menghidupi nilai-nilai kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Mengusung tema “Kebangkitan Kristus Buah Ketaatan dan Pengabdian”, ia mengajak jemaat untuk bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
“Kebangkitan Kristus harus mendorong kita pada ketaatan, kedewasaan iman dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Ini panggilan untuk melayani sesama tanpa pamrih,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat bersyukur atas perlindungan Tuhan, menyusul gempa berkekuatan 7,5 magnitudo yang sempat mengguncang wilayah Sangihe namun tidak menimbulkan dampak besar.
“Kita patut bersyukur karena daerah ini tetap dalam lindungan Tuhan,” kata dia.
Menutup sambutannya, Michael atas nama keluarga Thungari–Soeyoenus, keluarga Bulahari–Walukow, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyampaikan ucapan selamat merayakan Paskah kepada seluruh jemaat.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post