• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

Takhta di Atas Cincin Api: Riwayat Kerajaan Sangihe yang Mengempis

by Iverdixon Tinungki
4 Januari 2026
in Sejarah
0
Kerajaan-kerajaan di Sangihe. (Gambar: Ilustrasi AI)

Kerajaan-kerajaan di Sangihe. (Gambar: Ilustrasi AI)

0
SHARES
79
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BARTA1.COM– Di balik keindahan lanskapnya, sejarah kerajaan-kerajaan di Pulau Sangihe adalah kisah tentang ketangguhan menghadapi dua kekuatan besar: ambisi kolonial dan murka alam.

Jika Anda membuka peta dan membandingkannya dengan Monako atau Vatikan, kerajaan-kerajaan di Sangihe sebenarnya jauh lebih luas. Namun, sejarah seringkali lebih kejam daripada sekadar angka-angka di atas kertas yang mulai menguning.

“Wilayah kerajaan-kerajaan di Sangihe jelas jauh lebih besar dibanding kerajaan Eropa sezamannya yang kini masih tersisa,” kata Leonardo Axsel Galatang, seorang sastrawan yang pernah menginjakkan kaki di Monako.

Namun, sementara Monako lestari sebagai negeri mewah, kerajaan di Sangihe seperti Kendahe, Tabukan, dan Manganitu harus berjuang mempertahankan kedaulatan di tengah himpitan pengaruh Portugis, Spanyol, hingga VOC-Belanda.

Pada abad ke-18, pengelana F. Valentijn mencatat keragaman monarki di sini. Ada Kerajaan Kendahe yang wilayahnya membentang hingga ke Davao, Filipina, hingga Kerajaan Manganitu yang berpusat di Kauhis.

Namun, perlahan-lahan, peta kekuasaan itu mulai “mengempis“. Penjajah mulai masuk sejak 1604, membawa ideologi dan sistem baru yang perlahan menggerus otoritas tradisional para penguasa lokal.

Dan, bukan hanya peluru dan traktat Belanda yang menghancurkan singgasana. Di kaki Gunung Awu yang perkasa, sejarah terkadang dikubur oleh abu.

Kolongan, yang pernah berjaya di masa lalu, lenyap bukan hanya karena sengketa keluarga atau pertempuran melawan Portugis. Ia menghilang karena Gunung Awu memutuskan untuk terbangun dari tidur panjangnya pada Juni 1892.

Misionaris D. Brilman dalam catatannya melukiskan kengerian itu dengan tinta yang seolah masih basah. “Lautan api itu membawa kematian dan pemusnahan total ke segala penjuru,” tulisnya.

Ledakan dahsyat itu memuntahkan 45 juta meter kubik air mendidih dan abu panas yang menutupi hutan hingga ke pesisir.

Sebanyak 2.000 nyawa melayang dalam sekejap, mengubah peta politik Sangihe secara permanen.

Salah satu fragmen paling memilukan adalah temuan di sebuah gereja di Desa Bahu. Brilman mencatat bagaimana pemimpin jemaat dan anggotanya ditemukan dalam posisi tetap duduk di bangku-bangku, namun tubuh mereka telah menjadi abu yang hancur saat disentuh.

Letusan Awu bukan hanya bencana alam, ia adalah penentu akhir dari beberapa garis keturunan kekuasaan di kaki gunung tersebut.

Memasuki tahun 1900-an, jumlah kerajaan di Sangihe menyusut hingga menyisakan tiga saja: Tabukan, Manganitu, dan gabungan Kendahe-Taruna.

Kerajaan-kerajaan kecil lainnya seperti Sawang dan Kauhis terpaksa bergabung demi bertahan hidup. Transisi ini juga menandai pergeseran gelar dari “Datu” yang dipengaruhi sistem kedatuan Mindanao menjadi “Raja” di bawah pengaruh administratif kolonial Belanda.

Kini, warisan itu tersimpan dalam dentingan palu para pandai besi di Lenganeng. Mereka menempa pedang bukan lagi untuk perang, melainkan untuk menjaga ingatan.

Sejarah Sangihe adalah pengingat bahwa kekuasaan tidaklah statis. Ia mengalir, mengempis, dan terkadang meledak bersama lahar panas, menyisakan cerita-cerita tentang keberanian manusia di antara pertemuan dua benua dan ancaman gunung api. (*)

Penulis/Editor:

Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
DEEP Indonesia: Pilkada oleh DPRD Buka Peluang Oligarki

DEEP Indonesia: Pilkada oleh DPRD Buka Peluang Oligarki

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Justman Entjaurau Sampaikan Terima Kasih, Tegaskan Persaudaraan IKA POLIMDO Tak Berakhir oleh Masa Jabatan 28 Oktober 2026
  • Momentum Sumpah Pemuda ke-98, Garda Marhaenis Muda Sulut: Nasionalisme Indonesia Jawaban Permasalahan Bangsa 28 Oktober 2026
  • Normans Luntungan Kritik RDP Komisi II DPRD Sulut: Dinilai Sekadar Seremonial, Tak Bisa Ubah Anggaran 28 Oktober 2026
  • Jeane Laluyan Soroti Anggaran Belanja Tak Terduga Rp5 Miliar untuk Tahun 2027 27 Oktober 2026
  • Prodi DIII Teknik Listrik Polimdo Optimistis Raih Akreditasi Unggul 27 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In