• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

Mantra dari Rahim Salurang Sangihe: Ketika Ular Sakti Menjelma Kerajaan

by Iverdixon Tinungki
4 Januari 2026
in Sejarah
0
Kisah Kerajaan Salurang Tampunganglawo (Gambar: Ilustrasi AI)

Kisah Kerajaan Salurang Tampunganglawo (Gambar: Ilustrasi AI)

0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BARTA1.COM– Angin laut di pesisir Salurang tidak hanya membaunkan aroma garam, tetapi juga bisikan-bisikan kuno yang berkelindan dengan aroma tanah merah. Di sini, di ujung utara Nusantara, sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan sebuah dunia susastra atavisme.

Para lelaki menggenggam Bara, pedang perang yang ditempa dengan doa, menggerakkannya dengan energi tubuh yang membuat logam dingin itu menari seakan daun yang gemulai di bawah sinar matahari.

“Bahkan kamu bisa melihat dunia halus bila membasuh mata di sini,” ungkap Opa Manatar, seorang budayawan Sangihe yang suaranya berat tertelan waktu.

Ucapan itu bukan sekadar bualan orang tua bagi masyarakat setempat; di Salurang, magisme adalah napas.

Di tahun 2000-an, saya menyaksikan sendiri bagaimana batas antara yang nyata dan yang gaib menipis, sehalus kabut yang menyelimuti puncak Sahandarumang.

Semua bermula dari Gumansaļangi, sang putra mahkota dari Sultan Kotabato, Mindanao Selatan. Pada abad ke-12, ia membelah ombak menuju timur membawa titah ayahanda. Ia tidak datang dengan kapal kayu biasa, melainkan dengan perahu Ular Sakti bernama Dumalombang.

Konon, ular raksasa itu tercipta secara ajaib dari sehelai saputangan berkat kesaktian sang pangeran yang tak tertandingi.

“Ular Sakti Dumalombang hingga kini dipercaya masih hidup di gua Tanah Runtuh, di sebuah tanjung di Sangihe bagian Selatan,” ujar Syahrul Ponto dengan nada penuh keyakinan saat kami bertemu di Tahuna.

Legenda ini menjadi fondasi bagi berdirinya Kerajaan Salurang-Tampunganglawo pada tahun 1300. Gumansaļangi dan permaisurinya, Ondoasa, mendarat di Pantai Saluhe yang kemudian berubah nama menjadi Salurang, tempat yang “dielu-elukan“.

Kehidupan pasangan ini diselimuti selubung mistis yang kental. Mereka memilih menetap di puncak Gunung Sahandarumang, jauh dari hiruk-pikuk pesisir.

Setiap kali mereka berdiam di sana, puncak gunung akan meletupkan bunyi guntur dan kilatan cahaya yang membelah langit.

Rakyat pun memberi mereka gelar abadi: Medellu – Mekila, pasangan Guntur dan Kilat yang menjaga kedaulatan tanah Sangihe dari ketinggian.

Kerajaan ini tumbuh menjadi pusat peradaban yang disegani, bahkan wilayahnya membentang hingga ke Pulau Balut di Mindanao Selatan.

Namun, kemegahan ini tak selamanya utuh. Pada tahun 1400, setelah kepemimpinan sang putra, Melintang Nusa, kerajaan terbagi dua: Sahabe di utara dan Manuwo di selatan.

Pembagian ini bukan hanya soal wilayah, tapi awal dari dinamika politik kepulauan yang tercatat dalam tinta sejarah dunia.

Seorang juru tulis Magellan bernama Antonio Pigafetta sempat menggoreskan catatannya pada tahun 1421. Ia merekam keberadaan kerajaan-kerajaan kecil di belahan bumi tropis ini, tempat anak-anak pesisir memandang ombak sebagai bunga sastra.

Di mata Pigafetta, Sangihe bukan sekadar titik di peta, melainkan entitas politik yang hidup dengan sistem pemerintahan yang sudah mapan jauh sebelum bangsa Barat merasa menemukan “dunia baru“.

Kini, ketika berdiri di puncak Lenganeng dan menatap hamparan laut yang biru pekat, sejarah itu seolah bangkit dari dasar samudera. Sangihe adalah bukti bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari luas hektarnya, melainkan dari kedalaman akar budayanya.

Legenda Gumansaļangi tetap hidup, seiring dengan detak jantung masyarakatnya yang masih percaya bahwa di balik setiap deburan ombak, ada mantra yang menjaga mereka.

Penulis/Editor:

Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Kerajaan-kerajaan di Sangihe. (Gambar: Ilustrasi AI)

Takhta di Atas Cincin Api: Riwayat Kerajaan Sangihe yang Mengempis

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gubernur Yulius Selvanus Syukuri WTP Ke-12, Sebut Tata Kelola Keuangan Sulut Semakin Baik 8 Juni 2026
  • Akhirnya Peringatan Tsunami Dicabut, Plt Bupati Sitaro: Kabar Ini Menenangkan Warga 8 Juni 2026
  • Gempa M 7,7 di Sangihe, Pemkab Siapkan Status Tanggap Darurat 8 Juni 2026
  • Heronimus Makainas Serahkan Bantuan bagi Ahli Waris Korban Bencana Alam Siau dari Kemensos 8 Juni 2026
  • Rundown Peserta Dinilai Sarat Rekayasa, Baca Mazmur Seri B Menuju Proses Hukum? 8 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In