Manado, Barta1.com – Siapa tak kenal sosok Yeshinta Victoria Yulia Egeten, SE. Begitulah nama lengkap pengusaha event organizer dan dekorasi yang akrab dipanggil Shinta. Mengubah kertas-kertas bekas menjadi sesuatu yang indah adalah hobinya sejak kecil, kata Shinta ketika bersua dengan tim Barta1.com, Selasa (30/12/2025) yang memulai pertanyaan alasan dirinya membangun usaha dekorasi.
“13 tahun lalu ketika saya masih aktif sebagai guru di salah satu sekolah international di Manado, saya seringkali ditunjuk menjadi koordinator seksi dekorasi event yang diadakan sekolah. Mulai dari situlah orang tua murid kemudian meminta saya untuk mendekorasi acara ulang tahun anaknya, yang pada akhirnya dari satu dekor ulang tahun, saya mendapat banyak orderan dekorasi dari tamu-tamu yang hadir diacara itu. Kemudian berlanjut sampai hari ini saya masih setia dengan usaha dekorasi dan event organizer,” katanya.
Hal lain yang menarik, saat ini dirinya begitu terlibat dalam berbagai asosiasi. Direktur PT. Berkat Freshqo Sejahtera sekaligus owner d’Joel Manado ini bercerita, Ia sempat dipercayakan sebagai Ketua DPD Kota Manado Asosiasi Pengusaha Industri Kreatif dan juga Wakil Ketua Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga di Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mandiri Indonesia untuk tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Lalu aktif mensupport Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia di Bidang Ambasador IWAPI Digital. Shinta menambahkan bahwa ketika dipercayakan Tuhan untuk mengerjakan sesuatu, kerjakanlah dengan sebaik-baiknya seperti untuk Tuhan.
“Karena pada akhirnya promosi terbaik untuk usaha kita, untuk diri kita, adalah datangnya dari Tuhan. Saya tidak setuju jika dikatakan orang bahwa didunia ini tidak ada yang abadi. Karena karya kita bisa abadi, nama baik kita pun bisa abadi. Terbukti penemu lampu pijar pastinya sudah tidak ada didunia ini, tapi karyanya tetap dipakai dan namanya terus dikenang sepanjang masa. Bunda Teressa, yang walaupun sudah lama meninggal tapi pengabdiannya, kemurnian hatinya, terus dijadikan suri tauladan hingga hari ini. Itulah sebabnya selama Tuhan masih mempercayakan kehidupan, berkaryalah sebanyak mungkin dan membawa diri lah sebaik-baiknya,“ ujarnya.
Memang ketika bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat dengan tingkat SDM yang berbeda, tidak jarang kita juga bertemu dengan orang-orang yang suka menjelek-jelekkan orang, memutarbalikkan fakta, bahkan menjatuhkan. “Saya sendiri sudah pernah mengalaminya. Bahkan yang terparah sekalipun. Tapi saya memilih mengahadapi dengan elegan, tidak menanggapi berlebihan untuk prilaku kurang beradab seperti itu, karena cara mereka bersikap menunjukkan siapa mereka. Dan memang alam selalu menfilter mana yang cocok kita bawa ke circle pergaulan kita dan mana yang tidak,“ kuncinya.
Editor: Agustinus Hari


Discussion about this post