• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sastra

Tiga Puisi Romantik Karya Iverdixon Tinungki

by Iverdixon Tinungki
19 Desember 2025
in Sastra
0
Pusi Iverdixon Tinungki. (Gambar: Ilustrasi AI)

Pusi Iverdixon Tinungki. (Gambar: Ilustrasi AI)

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DI TAFERIL BASQUIAT

aku selalu ingin menulis Cabana

entah apa sebabnya

kendati itu tempat yang juga fana

di sebuah pojok, ada meja segi empat dari kayu

keheningan yang mewah

dan senyuman berpesta

mendekati malam

di sana,

aku melihat arsitektur liar percintaan

—apakah aku terlalu ingin mengenang matanya

mata bertaburan kunangkunang

mata tak pernah menatapku dengan sungguh

malam itu

ilalang tengah mendengkur

laut berdebur

dan

bulan seperti wajah penghibur

ia berbalutkan kain halus

seperti Januari pucukpucuk pinus

warna hijau

berlilit daun

seolaholah ia wajah suci dari goresan Sanzio

dan aku berleleran liar di teferil Basquiat

—apakah aku harus menulis bahwa aku percaya dadanya berdegup?

aku berpurapura!

aku tak ingin mengatakan,aku lebih klimis dari hujan

bahkan darahku

sebuah klimaks paduan suara barok dan rakoko

tapi ketika itu aku memilih mendesis saja

mempertunjukan purapura yang konyol

lalu apa sebabnya aku selalu ingin menulis Cabana?

usiaku sudah lima puluh empat tahun

tak ada lagi warna lain dari matahari selain oranye

di jalan pantai ada bendera

tempat itu dulu dibumihanguskan perang dunia ke dua

aku mencium bau vodka

malam lagi berpesta

dan

senyumannya

membuka pintu penjara

mencipta cerita seribu satu malam

bahwa Sanzio yang melukis wajahnya

maka,

seluruh dirinya seutuhnya puisi

dan aku seseorang yang harus menulis

menulis dengan perasaan amat dalam

meskipun entah apa sebabnya aku merasa ia bagai rumah

ORANG GILA DARI EDGAR

—berapa kali engkau bertemu orang gila sepanjang hidupmu?

ketika aku jatuh cinta pada perempuan monet

perempuan berpayung di pinggir sebuah bukit

perempuan yang menatap jauh ke laut lepas

tibatiba aku merasa diriku sebuah kapal

kapal tangguh dipenuhi lagulagu balini

dan aku berusaha mendekati bukit itu

sedekatdekatnya berlabuh

apakah raut wajahnya pucat?

sumpah! hanya satu kubayangkan, yakni:

—kegembiraan berkeliaran di sana

seperti tanah timur

gembur oleh cinta yang subur

dan aku menunggu:

—menunggu saatsaat paling menggetarkan:

akankah tangannya merangkulku?

merangkul semua yang kupercaya

lupa kuceritakan,

hari itu pulaupulau bermandikan pendaran ultraviolet

dan mataku berkatarak,

dan dada kiriku sesak!

dan sekali lagi aku bersumpah:

—itu perempuan monet!

pasti dia!

perempuan seperti itu kurindukan!

namun saat usiaku lima puluh empat tahun

aku menjadi yakin:

—perempuan itu sama sakali tak merindukanku!

tak merindukan segala yang kupercaya:

tanah air dan sejarahnya!

hidup dan maknamaknanya!

—tapi mengapa aku masih merasa bahwa aku ini sebuah kapal?

apakah kalian dengar yang dilakukan Edgar padaku?

aku ditangkapnya di suatu malam penuh permenungan

puisipuisiku dibakarnya

tanah airku dikoyaknya!

dan aku dijebloskan ke sel terpencil rumah sakit jiwa Maison de Sante

bersama seorang lelaki yang percaya bahwa dirinya sebuah gasing

THE DREAM PABLO PICASSO

barangkali ia hanya seekor kelelawar

ya kelelawar di udara malam mendesis

kali pertama ia menyusup

aku tersihir nokturnal hamparan laut

kapalkapal

sudutsudut pulau

petapeta

dan impianku yang merantau

ternyata ia gaduh yang memiliki tubuh!

gaduh yang memiliki sumbu!

maka,

kurobek leher perempuan itu

kurobek dengan susah payah

tetapi,

ia terus saja menyebut namaku

aku terpenjara oleh suaranya

oleh desisnya yang jelita

kami bercinta dengan amat jelita

saling menyentuhkan tubuh katakata

aku kembali percaya

ia hanya kelelawar di udara malam yang mendesis

dan cakarcakar moleknya

menggenitiku dengan solek

ada cermin segi empat di sebuah kamar hotel

ia bugil di depannya sekitar satu jam

kalian tahu apa yang terjadi?

cermin itu meleleh!

dan bulan tak berkedip

pukul empat sore

ia melangkah anggun di sebuah mall

busananya sederhana

bibirnya segores lipstik merah muda

dan waktu berhenti mendetak

semua mata mengikuti perlahan satu demi satu langkahnya

kalian tahu karena apa?

tak ada apaapa sesungguhnya

tapi semua percaya ia jelmaan madona

maka,

kurobek leher perempuan itu

kurobek dengan susah payah

mengapa malam ini ia terus saja menyebut namaku

kepalaku terkulai penuh ulat

penuh kutu

kutu dari suara jelmaan Madona itu

setiap pukul sembilan malam aku berdoa

tapi mengapa aku ikut mendoakan dia

mendoakan sayapsayapnya yang anggun

mendoakan jangan sampai sayap bertiang rapuh itu patah

mendoakan perantauannya mengarungi gelap malam

mendoakan hatiku yang tak bisa lepas dari panggilannya

di sebuah sofa mendekati pagi

di jam yang sama saat Salvador Dali melukis The Persistence of Memory

aku seakan Gustav Klimt dari Vienna mencium pipi seorang gadis

dikelilingi selimut emas

—aku kembali jatuh cinta!

cinta yang luka!

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Foto: Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Sugandhi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (17/12/2025). (Dok. Istimewa)

Menteri Perhubungan Tinjau Kesiapan Transportasi Nataru di Kepulauan Sangihe

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Kabar Baik untuk Lulusan SMA/SMK, Universitas Parna Raya Manado Resmi Buka Pendaftaran Hukum Bisnis 10 Mei 2026
  • GERAK Sulut: Warga Sitaro Jangan Terprovokasi, Hormati Proses Hukum Tersangka CIK 9 Mei 2026
  • Mahasiswa Polimdo Belajar AI dari Tim ASEAN: Bisa Menjadi Teman Maupun Ancaman 9 Mei 2026
  • Surat Terbuka Bupati Chyntia Kalangit Menuai Kritik Sekretaris Partai Golkar Sitaro 8 Mei 2026
  • Produk UMKM Curi Perhatian Generasi Z di Bazar Mahasiswa Polimdo 8 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In