• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, September 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

GERMITA Bakal Luncurkan Buku Sejarah Perjalan Injil Kristus di Kepulauan Talaud

by Iverdixon Tinungki
16 Desember 2025
in Sejarah
0
Buku sejarah gereja di Talaud. (Foto: Pitres Sombowadile)

Buku sejarah gereja di Talaud. (Foto: Pitres Sombowadile)

0
SHARES
119
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BARTA1.COM– Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA) dalam waktu dekat akan meluncukan sebuah buku Sejarah berjudul: “Dari Perbatasan Berlayar ke Masa Depan, Sejarah Kristen di Talaud Hingga Terbentuknya Gereja Masehi Injili Talaud, 1859-1997”.

Keinginan orang-orang Kristen Talaud untuk memiliki gereja pribumi tersendiri setelah setengah abad bergabung dengan GMIST kini terangkum jelas dalam sebuah buku sejarah gereja yang ditulis oleh sejarawan Pitres Sombowadile, dan Tim Germita yang langsung diarahkan Ketua Sinode Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th., itu.

Buku ini menyajikan analisis mendalam atas arsip-arsip surat zendeling di Belanda, mengungkap realitas sosial budaya Talaud medio abad ke-19 dan proses historis yang akhirnya melahirkan GERMITA pada tahun 1997.

Fokus utama buku ini adalah pada perjalanan iman masyarakat Talaud, dimulai dari pemberitaan dan proses keterpanggilan orang-orang lokal. “Dalam proses pembentukan gereja pribumi, orang-orang Kristen Masehi Talaud menginginkan sebuah gereja pribumi tersendiri di Talaud, meski selama 50 tahun ikut bersama GMIST,” kata Pitres Sombowadile.

Buku ini juga mengulas upaya Pekabaran Injil dari Eropa, termasuk kedatangan empat penginjil tukang pada 1859 yang menghadapi tantangan dalam menentukan titik sasaran pekabaran.

Dijelaskan juga sistem pemerintahan tradisional dengan raja-raja kecil di Talaud saat itu.

Di dalamnya juga membedah kiprah para zendeling pengganti di akhir abad ke-19, seperti Bovenkamp (1892) yang meletakkan dasar-dasar ajaran yang ketat, dan G.F. Schröder (1896). Namun, periode ini juga diwarnai masalah kesehatan yang membuat beberapa penginjil seperti J.P.D. Den Houter dan J.P. Talens terpaksa meninggalkan Talaud.

Masa pelayanan H.J. Stokking dan W.J.A. Zwaan (1909-1922) disebut sebagai dekade pemeliharaan dan konsolidasi jemaat. Kajian atas laporan kerja zending menunjukkan bahwa pada masa ini, Talaud berhasil menyetarakan ketertinggalan pelayanan dengan Sangihe, yang salah satunya melalui Zending Feest (Perayaan Zending) yang memperkuat persatuan.

Setelah Talaud menjadi daerah Swapraja, pelayanan gerejawi tetap dipelihara di pusat-pusat seperti Lirung. Namun, semua capaian pelayanan gereja dan pemerintahan hancur total oleh masuknya pasukan Jepang ke Talaud sebagai bagian dari Perang Dunia II, menciptakan kondisi yang harus dibangun ulang.

Bab terakhir buku ini berfokus pada pergulatan pasca-perang dan upaya pembentukan gereja pribumi. Setelah GMIST terbentuk pada 1947, keinginan Talaud untuk mandiri dalam urusan gerejawi terus menguat hingga akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya GERMITA pada tahun 1997.

“Seluruh uraian, termasuk kisah terbentuknya iman dan komitmen kepada ajaran baik secara individu dan berkelompok, didukung oleh kajian atas arsip surat-surat dari para zendeling di Perpustakaan Utrecht dan dokumen laporan berkala zending, menjamin keakuratan historis narasi ini,” ungkap Sombowadile.

Spirit Kekristenan Dalam Pembentukan Kabupaten Talaud

Sementara keunikan buku sejarah gereja ini kata Ketua Sinode Germita Pdt. Dr. Arnold Apolos Abbas, M.Th., belum lama, juga mengungkapkan narasi yang belum banyak diketahui publik mengenai peran sentral spirit kekristenan dan upaya zending dalam meletakkan dasar-dasar sosial dan pemerintahan modern di Kepulauan Talaud.

Buku setebal xx+250 halaman ini ungkapnya, secara bersamaan mengupas sejarah gereja dan sejarah sosial Talaud, dari masa awal pekabaran Injil hingga pemekaran Talaud menjadi kabupaten mandiri pada tahun 2002.

Abbas, menjelaskan bahwa buku ini membedah dua alur teks yang berjalan paralel: Sejarah Gereja (upaya Kristen/Zending) dan Sejarah Sosial (perkembangan masyarakat dan sosial daerah Talaud).

“Sejak awal perkembangan Talaud modern terbangun oleh spirit Kristen, meskipun demikian ciri-ciri adatnya juga tetap dipelihara,” ujar Abbas, kepada Barta1.com, Senin, (13/12) di Manado.

Sejarawan Pitres Sombowadile pada kesempatan yang sama mengurai isi buku ini terkait sejarah sejak ekspedisi Spanyol Loaisa/Loaysa yang pertama kali mengunjungi Talaud pada tahun 1526, dilanjutkan dengan ulasan mendalam mengenai upaya pekabaran Injil yang didesain dari Eropa pada medio abad ke-19. Kedatangan empat penginjil tukang pada tahun 1859 di desa-desa seperti Salibabu menjadi penanda penting masuknya ajaran Kristiani.

Masa konsolidasi jemaat yang dilakukan oleh penginjil-penginjil seperti H.J. Stokking dan W.J.A. Zwaan antara tahun 1909 hingga 1922, diuraikan menjadi periode penting yang tidak hanya memelihara iman, tetapi juga membangun persatuan orang-orang Talaud. Periode ini juga ditandai dengan upaya Talaud mencapai kemajuan setara dengan Sangihe.

Dalam buku tersebut dikisahkan, setelah Talaud menjadi daerah swapraja (pemerintahan sendiri), kemajuan pesat terjadi. Pusat kedudukan pemerintahan (plaats) berkembang di BEO, sementara Lirung menjadi salah satu pusat kegerejaan. Fasilitas umum seperti Balengkite (rumah inap) dan rumah sakit pembantu mulai dibangun, serta diperkuatnya sekolah-sekolah jemaat.

Pergulatan masyarakat Talaud untuk mendirikan daerah tersendiri terpisah dari Sangihe telah berlangsung sejak tahun 1915, sebagaimana diungkapkan dalam Bab 7 buku ini. Upaya ini adalah bagian dari perjuangan masyarakat yang beriringan dengan hasrat membentuk gereja pribumi sendiri.

“Buku ini pula memberikan rincian langkah dan capaian perjuangan pembentukan Kabupaten Talaud yang mekar pada tahun 2002, membuktikan bahwa sejarah gereja dan sejarah sosial adalah dua sisi mata uang yang membangun identitas daerah ini,” tegas Pitres Sombowadile, menekankan signifikansi penerbitan buku ini.

Buku yang sedang dalam proses pengurusan ISBN dan Barcode ini merupakan hasil kajian mendalam atas arsip surat-surat zendeling dari perpustakaan di Utrecht, dokumen kolonial, peta-peta lama, serta koran-koran masa kolonial Belanda, dengan total 7 bab alur cerita utama dan 20 tulisan pendamping. (*)

Penulis/Editor:

Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Jejak sejarah kerajaan di Talaud. (Gambar: Ilustrasi AI)

Melacak Jejak Kerajaan-Kerajaan Kecil di Tanah Talaud

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Melayat ke Rumah Duka Pitres Sombowadile, Makainas: Kita Kehilangan Budayawan Nusa Utara 21 September 2026
  • WALHI Sulut Rayakan Hari Keadilan Ekologis di Mahawu, Serukan Perlindungan Ruang Hidup 20 September 2026
  • Solidaritas untuk Sangihe, Aliansi Peduli Salurkan Bantuan bagi Warga – Relawan Karhutla Gunung Awu 20 September 2026
  • Segera Persiapkan Diri dan Mendaftar, FAJI Talaud Akan Menggelar Fun Rafting 20 September 2026
  • Soal Laporan Terkait Komentar Anonim 166, Kapahang Selaku Admin Publik Talaud Buka Suara 19 September 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In