Manado, Barta1.com – Rapat lanjutan terkait pembahasan Ranperda perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah memunculkan beragam tanggapan, khususnya saat berdiskusi dengan Dinas ESDM Provinsi Sulut. Salah satu sorotan datang dari anggota DPRD Provinsi Sulut, Jeane Laluyan.
Jeane menegaskan bahwa pembahasan mengenai besaran distribusi bagi penambang rakyat sebagai bagian dari PAD sebaiknya ditunda hingga DPRD melakukan kunjungan langsung ke lapangan.
“Saya meminta agar persoalan persentase distribusi bagi penambang rakyat jangan dibahas dulu. Kita harus turun lebih dahulu ke lapangan untuk melihat kondisi mereka di tiga kabupaten, seperti apa mereka bekerja di sana,” ujar Jeane.
Ia melanjutkan, sebelum menetapkan besaran iuran dan melakukan simulasi, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah penambang benar-benar terjamin keamanannya.
“Jangan sampai muncul konflik kepentingan. Misalnya pemerintah menetapkan angka tertentu, tetapi kemudian muncul lagi aturan dari pihak kepolisian, TNI, atau Mabes. Aturan ini harus dibuat sejelas mungkin agar distribusi tidak memberatkan penambang,” tegasnya.
Jeane juga menyoroti persoalan biaya lingkungan. “Saya melihat ada angka 12 miliar untuk 100 hektare dalam simulasi pertama. Lalu, PAD lingkungan ini sebenarnya akan masuk ke mana dan digunakan untuk apa?”
Ia mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu bencana terjadi baru mengambil tindakan. “Misalnya ada pengalihan lahan, maka setelah selesai harus langsung dilakukan penanaman pohon. Jangan menunggu satu per satu, apalagi sambil menunggu terkumpulnya dana hingga 12 miliar, sementara dampaknya sudah terjadi.”
Jeane kembali menekankan bahwa aspek keamanan adalah hal yang paling utama. “Yang terpenting adalah keselamatan penambang. Jika kita tidak turun ke lapangan, lalu memutuskan tarif ini dan itu tanpa tahu kondisi mereka, baik saat hujan, panas, serta risiko-risiko yang mereka hadapi, maka keputusan kita bisa tidak tepat,” tandasnya di hadapan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut Fransiskus Maindoka, Ketua Pansus Vonny Paat, dan jajaran yang hadir.(*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post