Manado, Barta1.com – Sebuah langkah besar bagi UMKM Sulawesi Utara (Sulut) mulai terwujud. Toko Oleh-oleh OM TOAR resmi diresmikan melalui seremoni pemotongan pita yang dilakukan oleh Founder Arifmanuel Kolondam, SE., MSi dan Suriana. Peresmian ini turut disaksikan oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Daniel A. Mewengkang, perwakilan Disperindag Manado Alex Parengkuan, serta pihak Bank Indonesia.

Acara berlangsung penuh sukacita di Toko OM TOAR yang beralamat di Jl. A.A. Maramis No. Km. 8, Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, tepatnya di depan Kantor Regional XI BKN Manado, Jumat (5/12/2025).

OM TOAR: Lebih Dari Sekadar Toko
“OM TOAR siapa?” ujar Arifmanuel sambil tersenyum. “OM TOAR adalah senja misteri, sebuah representasi keahlian dan kontensitas Sulut. Itulah yang ingin kami tampilkan.”
Dengan filosofi tersebut, OM TOAR hadir bukan semata-mata sebagai toko oleh-oleh, tetapi sebagai ruang yang merayakan identitas, kreativitas, dan cerita khas Bumi Nyiur Melambai.

Arifmanuel juga menyampaikan harapannya agar semua pihak dapat memberi dukungan, baik dari pemerintah, perbankan, mitra UMKM, komunitas seni, hingga kerabat yang hadir.

Ia mengapresiasi kontribusi pihak-pihak terkait. “Bank Indonesia sejak awal telah memberikan data berbasis UMKM yang ada di Provinsi Sulut. Selain itu ada Disperindag dan Dinas Koperasi yang turut mendukung kami,” jelasnya.

Misi OM TOAR Memberdayakan UMKM, Merawat Identitas.

Menurut Arifmanuel, OM TOAR memiliki misi yang lebih luas dari sekadar usaha. Suriana membawa semangat UMKM, sementara dirinya sebagai dosen bisnis menanamkan konsep pemberdayaan berkelanjutan.

“OM TOAR bukan hanya menjual kue, makanan, minuman, souvernir atau sebagainya. Kami juga menyiapkan sebuah corner, semacam kamar muka yang menjadi galeri. Kami ingin OM TOAR menjadi tempat berkarya bagi semua, termasuk para artis lokal Sulut yang belum dikenal. Kami siapkan wadah untuk mereka,” ungkapnya.

Selain kuliner, OM TOAR juga menghadirkan berbagai kerajinan tangan, produk fashion, dan aneka karya lokal dengan kualitas unggul. Setiap produk tidak hanya indah, tetapi juga menyimpan cerita tentang keunikan daerah yang ada di Provinsi Sulut, tentang spesialisasi yang tak dimiliki daerah lain.

Menariknya, bangunan toko ini adalah rumah lama yang direnovasi tanpa menghilangkan nilai historisnya. “Kami menjaga intensitasnya, supaya cerita rumah ini tetap hidup,” tambah Arifmanuel.

Ruang Kolaborasi dan Inkubasi
OM TOAR direncanakan menjadi pusat kegiatan kreatif. Berbagai event akan diselenggarakan, termasuk program inkubasi UMKM bersama Bank Indonesia, Disperindag, dan mitra lainnya.
“Ada banyak hal yang bisa kami kolaborasikan ke depannya,” ujar Arifmanuel optimis.
Suriana: “Kami Ingin UMKM Naik Kelas”
Suriana, selaku Founder OM TOAR, juga menegaskan bahwa cita-cita mereka adalah membantu UMKM, baik yang baru mulai maupun yang sedang berupaya naik kelas.
“Kami ingin membina UMKM agar menghasilkan produk berkualitas. Kami bantu bagaimana membuat packaging menarik. OM TOAR bukan sekadar toko, tapi tempat lahirnya kehidupan baru bagi UMKM,” tutupnya.
Diketahui, Founder OM TOAR ada 3 orang, yakni Arifmanuel Kolondam, Suriana, dan Pascal. Saat peresmian, Pascal tak terlihat, mengingat melakukan tugas luar di Jakarta. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post