Samarinda, Barta1.com – PT PLN (Persero) UID Kaltimra memfokuskan program edukasinya pada pemahaman proses ketenagalistrikan, mulai dari tahap pembangkitan hingga konsumsi di rumah.
Metode tur pembelajaran dan materi Safety on The School digunakan untuk mengedukasi 706 siswa SMPN 29 Samarinda dan 24 siswa SD 1 YPK Bontang sepanjang November 2025.
Perbedaan pendekatan dilakukan untuk menyesuaikan dengan usia siswa. Di Samarinda, 706 siswa SMP menerima sosialisasi bahaya listrik melalui metode visual, simulasi, dan dialog interaktif, berfokus pada langkah darurat dan pencegahan insiden di sekitar area sekolah.
Sementara itu, 24 siswa SD di Bontang diajak dalam kunjungan edukatif yang lebih mendalam, di mana mereka mengenal sejarah ketenagalistrikan dan alur perjalanan listrik.
Siswa diajari bagaimana energi listrik dibangkitkan, ditransmisikan melalui jaringan tegangan tinggi, didistribusikan, hingga akhirnya diterima oleh meteran dan stop kontak di rumah mereka.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap alur energi adalah fondasi literasi listrik yang bertanggung jawab.
“Tujuannya adalah agar anak-anak memahami secara komprehensif bagaimana listrik sampai ke rumah mereka, sehingga muncul kesadaran untuk menggunakannya secara bijak,” kata Adrian.
Kepala SMPN 29, Darminto, melihat dampak langsung dari edukasi ini.
“Materi keselamatan listrik sangat relevan bagi siswa kami yang semakin sering berinteraksi dengan perangkat elektronik,” ujarnya, menekankan bahwa pengetahuan dasar tentang pencegahan bahaya listrik menjadi kebutuhan pokok di era digital.
Aspek keselamatan yang ditekankan dalam sesi interaktif ini mencakup pengenalan perangkat proteksi seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) dan cara kerjanya sebagai pengaman utama instalasi listrik rumah tangga. Siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjauhi tiang listrik yang tergenang air saat terjadi banjir.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menekankan bahwa kegiatan ini adalah komitmen jangka panjang.
“Ini bagian dari komitmen PLN untuk membangun generasi yang melek energi sekaligus peduli keselamatan,” tutupnya, menggarisbawahi bahwa pemahaman proses listrik secara utuh akan menghasilkan pengguna yang lebih bijak dan bertanggung jawab. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post