Kotamobagu, Barta1.com — Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menerima kunjungan dari pengurus Yayasan Ibnu Sabill di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025). Pertemuan tersebut membahas masa depan gedung eks Rumah Sakit Moonow di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Dalam pertemuan itu, Ketua Yayasan Ibnu Sabill, Muhammad Salim Landjar (MSL), menyampaikan kondisi terbaru bangunan yang sudah lama tidak digunakan. Ia menjelaskan bahwa gedung tersebut kini terbengkalai dan membutuhkan perhatian serta penataan kembali.
MSL mengungkapkan bahwa kedatangan mereka sekaligus untuk bersilaturahmi dengan Wali Kota, sekaligus meminta arahan terkait kepemilikan dan pemanfaatan lahan tersebut. “Kami datang untuk berdiskusi langsung, apalagi lokasi lahan berada di Kotamobagu, dan Pak Wali Kota juga memiliki kompetensi di bidang kesehatan,” ujarnya.
Lebih jauh, pihak yayasan memastikan akan mengikuti seluruh arahan dan rekomendasi dari Wali Kota Kotamobagu. MSL menyebutkan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan konsultasi dengan empat kepala daerah se-Bolmong Raya sebagai bagian dari proses penataan ulang kawasan tersebut.
Ia menambahkan bahwa yayasan berencana menghidupkan kembali fungsi eks Rumah Sakit Moonow. Sebelumnya, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan sebagai gedung STIKES, namun kini kondisinya kosong dan tidak lagi beroperasi.
Menurut MSL, sikap Pemerintah Kota Kotamobagu terhadap rencana revitalisasi sangat positif. Hal ini memberi harapan bahwa koordinasi antara Pemkot dan yayasan dapat menghasilkan solusi terbaik untuk masa depan aset tersebut.
Lahan eks Rumah Sakit Moonow sendiri memiliki luas sekitar 6,5 hektare dan terdiri dari empat bangunan utama. Kawasan itu merupakan tanah wakaf yang sempat mengalami sengketa panjang hingga dibawa ke Mahkamah Agung (MA).
Setelah melalui proses hukum bertahun-tahun, Mahkamah Agung menetapkan Yayasan Ibnu Sabill sebagai pengelola sah lahan dan bangunan tersebut. Dengan status hukum yang kini jelas, yayasan berharap revitalisasi bisa segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat.***


Discussion about this post