SANGIHE, BARTA1.COM – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (30/10/2025). Gelombang tinggi menerjang pesisir Tahuna dan menghantam sepanjang ruas Jalan Boulevard, terutama di kawasan Kelurahan Sawang Bendar.
Pantauan BARTA1.COM sekitar pukul 09.15 Wita menunjukkan genangan air cukup tinggi menutupi sebagian badan jalan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Perubahan cuaca terjadi secara mendadak. Seorang warga Sawang Bendar menuturkan, cuaca memburuk sejak dini hari.
“Sekitar pukul 02.00 subuh, angin kencang dan gelombang besar datang tiba-tiba,” ujarnya, menggambarkan betapa cepatnya kondisi berubah drastis.
Akibat terjangan ombak tersebut, warga mengimbau para pengendara roda dua maupun roda empat untuk sementara waktu menghindari jalur Boulevard Tahuna. Imbauan ini disampaikan menyusul beberapa insiden pengendara terjatuh akibat air laut melewati pembatas pantai.
Dampak cuaca buruk juga dirasakan di sektor pelayaran. Aktivitas kapal di Pelabuhan Nusantara Tahuna terpaksa dihentikan sementara. Kapal penumpang rute Manado–Tahuna tidak bisa bersandar di pelabuhan utama dan dialihkan ke Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara.
Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko akibat gelombang tinggi di perairan sekitar Tahuna. Pengalihan pelabuhan dilakukan demi keselamatan penumpang dan kru kapal.
Koordinator Sosial Media Response Team UPP Kelas II Tahuna, Meifrid M. Panelewen, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, kapal KM. Mercy Teratai yang sempat berlabuh di Pelabuhan Petta kini bersiap kembali ke Pelabuhan Nusantara Tahuna.
“Kapal berlabuh di Petta karena cuaca pancaroba. Sekarang sedang persiapan menuju Pelabuhan Tahuna. Di dalam kolam pelabuhan masih aman, tetapi di luar teluk ombak masih tinggi,” jelas Panelewen.
Meski KM. Mercy Teratai dinyatakan siap berangkat, pihak pelabuhan akan terus memantau kondisi cuaca hingga malam hari sebelum memberikan izin berlayar.
“Khusus KM. Sabuk Nusantara, kami hentikan sementara keberangkatannya sampai cuaca benar-benar reda,” tegas Panelewen.
Ia berharap kondisi perairan segera membaik agar aktivitas pelayaran kembali normal. UPP Kelas II Tahuna memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post