Manado, Barta1.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2025 dirayakan oleh berbagai komunitas pecinta alam di seluruh Nusantara, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (28/10/2025).

Namun, ada yang berbeda dari peringatan kali ini. Alih-alih menggelar kegiatan di gunung seperti biasanya, empat organisasi pecinta alam yakni GMPA Panthera Pardus, KPAB Tusam, KPAB Chiroptera, dan Wanagopala, memilih untuk melaksanakan upacara di Pantai Karangria, Manado Utara — lokasi yang menjadi simbol perjuangan para nelayan.

Keempat kelompok ini tidak sendiri. Mereka turut menggandeng sejumlah pecinta alam lainnya serta para nelayan setempat untuk bersama-sama memperingati momentum bersejarah bagi para pemuda Indonesia tersebut.

Pembina upacara, Achmad Bagenda selaku Ketua Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Manado, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara serta nelayan yang berpartisipasi.

“Nelayan adalah pejuang-pejuang kita, panutan bagi generasi muda untuk terus bergerak,” ujar Achmad.

Ia juga menegaskan pentingnya nilai persatuan dan semangat perjuangan bagi para pecinta alam.
“Hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda sadar akan pentingnya persatuan untuk mengusir penjajah, dan lahirlah ikrar Sumpah Pemuda: satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia, dan satu bahasa persatuan — bahasa Indonesia,” jelasnya.
Menurut Achmad, para pecinta alam memiliki tugas untuk mengimplementasikan makna Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga alam dan lingkungan.
Upacara tersebut juga diisi dengan pembacaan Sumpah Nelayan oleh Johanis Adrian, seorang nelayan asal Karangria.
“Kami nelayan Indonesia bersumpah bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami nelayan Indonesia bersumpah berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami nelayan bersumpah berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan.
Kami nelayan Manado Utara bersumpah menolak reklamasi, menjaga lingkungan, dan ruang hidup nelayan.
Tuminting, 28 Oktober 2025,” seru Adrian lantang, diikuti oleh puluhan peserta upacara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Karangria, Manado Utara, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post