Siau, Barta1.com – Kondisi kesulitan bahan bakar minyak (BBM) yang dialami warga Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dalam sepekan terakhir ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Bahkan Bupati Chyntia Kalangit dan Wabup Heronimus Makainas melalui Plt Kadis Kominfo Gandawari Mulalinda mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi kondisi terbatasnya pasokan BBM.
“Perlu dijelaskan bahwa kelangkaan BBM ini bukan disebabkan oleh pengurangan jatah ataupun kebijakan baru. Melainkan karena keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM menuju Sitaro. Kapal yang biasanya melakukan pengiriman dua kali dalam sebulan, untuk sementara hanya dapat beroperasi satu kali,” ujarnya, Jumat (17/10/2025) lewat rilis resmi Kominfo Sitaro.
Hal ini terjadi kata dia, akibat cuaca buruk yang melanda perairan sekitar selama beberapa minggu pada bulan September lalu, serta kendala teknis berupa kerusakan salah satu kapal pengangkut yang biasanya melayani jalur distribusi ke daerah kepulauan. “Itu masalahnya,” kata Mulalinda.
Meski demikian, BBM yang tersedia saat ini merupakan jatah pengiriman bulan September yang baru tiba pada bulan Oktober. Pemkab Sitaro bersama pihak Pertamina, pihak penyalur dan instansi terkait terus berkoordinasi agar pasokan BBM dapat segera normal kembali, sekaligus memastikan distribusi berjalan adil dan merata bagi seluruh masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap sabar, tidak panik, serta menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan prioritas. Pemkab berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah percepatan dan pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pemkab berharap semua pihak bisa hadapi situasi ini dengan semangat saling pengertian, menjaga ketertiban, dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai wujud cinta kita terhadap daerah tercinta, Kepulauan Sitaro. “Dengan kebersamaan dan kesabaran, setiap kendala dapat kita lalui dengan damai dan penuh pengertian,” papar Mulalinda.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post