Manado, Barta1.com — Upaya penegakan hukum di Sulawesi Utara semakin menguat, pasca-ditetapkannya Jacob Hendrik Pattipeilohy SH MH sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru. Bahkan aktivis anti rasuah yakin, Jacob bisa dan mampu mengamankan 7 perintah Jaksa Agung RI.
“Ini ibarat angin segar karena kehadiran Kajati Jacob Hendrik Pattipeilohy akan semakin menyolidkan lini aparat dalam upaya penegakan supremasi hukum di daerah kita,” cetus aktivis Iwan Aloisius Moniaga pada Barta1, Selasa (14/10/2025).
Apalagi kata Iwan, Jaksa Agung Burhanudin telah memaklumatkan 7 perintah untuk jajarannya pada tahun ini. Salah satu poin penting dalam perintah adalah Dukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang berorientasi pada hajat hidup orang banyak, disertai dengan pemulihan kerugian negara dan perbaikan tata kelola.
Jadi kata dia, ada kesesuian antara perintah itu dengan visi-misi kepala negara, Presiden Prabowo Subianto. Amanat penting ini juga yang diyakini Iwan, akan mampu diemban oleh Kajati Jacob Hendrik Pattipeilohy di Bumi Nyiur Melambai.
“Kita perlu mendukung upaya beliau dan terus mendorong agar kasus-kasus yang kini lagi ditangani jajaran kejaksaan di Sulawesi Utara bisa tuntas, karena berbicara upaya menegakan supremasi hukum sepatutnya masyarakat dan aparat punya semangat yang sama,” ujar Iwan.
Untuk diketahui, Jacob Hendrik Pattipeilohy baru saja menggantikan Kajati Sulut sebelumnya Dr Andi Muhammad Taufik SH MH yang kini sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan pada Kejaksaan Agung.
Penetapan Jacob didasari Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 854 Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural PNS Kejaksaan RI. Lewat surat itu juga diketahui ada puluhan pejabat struktural kejaksaan yang ikut dimutasi.
Mengutip Tirto.id, Jacob Hendrik Pattipeilohy adalah seorang Jaksa berdarah Ambon. Dia lulus S1 bidang hukum di Universitas Pattimura Ambon pada 1990, kemudian mengambil gelar master di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 2003.
Jacob kemudian memulai karirnya sebagai staf Tata Usaha Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada tahun 1993. Pada tahun 2000 ia menjabat sebagai Kepala Seksi Wilayah II Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Pernah bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan menjabat sebagai Asisten Intelejen.
Sebelum masuk ke Sulut, Jacob juga pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan Direktur I pada Jaksa Agung Muda bidang Intelejen Kejaksaan Agung. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post