Manado, Barta1.com — Di tengah tantangan pemenuhan energi dan pembangunan daerah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) mencetak tonggak baru. Tak hanya mengalirkan listrik ke pelosok negeri, PLN kini hadir sebagai penggerak transformasi sosial melalui program pengembangan desa berkelanjutan yang membuahkan penghargaan prestisius dari Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).
Penghargaan yang baru-baru diterima dalam ajang Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2025 ini merupakan bukti nyata kontribusi PLN UID Suluttenggo dalam mendorong kemandirian energi yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Fokus program berada di Desa Kulu, Kabupaten Minahasa Utara, sebuah wilayah dengan potensi wisata dan ekonomi lokal yang kini disulap menjadi pusat energi kreatif berbasis komunitas.
Dalam program ini, energi listrik menjadi tulang punggung pengembangan wisata edukatif dan usaha mikro kecil (UMK) berbasis potensi alam lokal. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah daerah, PLN menghidupkan kawasan Kampung Bahari Nusantara yang menyulut denyut ekonomi dari hutan mangrove hingga pesisir Pulau Paniki.
Pemberdayaan yang dilakukan tak sekadar memasok daya listrik, melainkan juga mentransformasi energi tersebut menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, warga Desa Kulu kini mampu mengelola UMK berbasis wisata, kuliner lokal, hingga produk kerajinan tangan, yang semuanya menyalakan harapan baru.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta (30/09/2025), dan dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria. Hadir pula Ketua ISSF, Sudarmanto, yang menegaskan bahwa inisiatif semacam ini adalah wajah baru pembangunan berbasis keberlanjutan.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menekankan penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat.
“Kami tidak hanya bicara soal penyambungan listrik, tetapi juga penyambung kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat desa. Energi adalah enabler—pemberdaya bagi sektor ekonomi dan sosial,” ujarnya penuh keyakinan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN ini menjadi teladan bagaimana kelistrikan mampu menyentuh aspek kehidupan lebih luas. Di Desa Kulu, energi menjadi pusat gravitasi pembangunan: menerangi, menggerakkan, dan menghidupkan kembali potensi yang selama ini terpendam.
Dengan jaringan distribusi yang membentang luas dari Sulawesi Utara hingga Gorontalo, PLN UID Suluttenggo kini semakin mempertegas peran strategisnya. Tak hanya menjadi penyedia energi, PLN juga menjadi mitra pembangunan berkelanjutan, mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu simpul gerak.
PLN menandai era baru kelistrikan yang tidak lagi berorientasi tunggal pada pasokan daya, melainkan menjadi penyulut transformasi desa. Desa Kulu hanyalah permulaan. Ke depan, program serupa dirancang untuk direplikasi di berbagai titik lain di wilayah Suluttenggo, menjadikan energi sebagai kunci pemerataan pembangunan nasional. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post