• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Menangkap Hikmah Suara Penyadaran, Catatan Dari Eco Vibe Fest PLN 2025 (5)

by Iverdixon Tinungki
11 September 2025
in News
0
Suasana Eco Vibes Fest 2025 di Kompleks Mega Mas Manado. (foto: Barta1)

Suasana Eco Vibes Fest 2025 di Kompleks Mega Mas Manado. (foto: Barta1)

0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat Mongga melantunkan “Banuangku”, lagu Tanah Airku karya Ibu Soed yang dialih dalam bahasa Sangihe, didukung atraksi teateral dari Sanggar Kreatif, ajang Eco Vibe Fest 2025 North Sulawesi mencapai titik puncaknya.

Sebuah puncak gerak, kreasi hijaukan bumi, sebagai tagline bahkan adagium dalam hajatan seru ini.

Di panggung Rabu, 4 Juni itu, sejak pagi hingga malam hari, telah diramaikan pertunjukan musik pop dan etnik, DJ perform, seni lukis, tari kontemporer, mural kolaboratif, teater, deklamasi puisi.

Juga ada seni ukir, bonsai dan run with map, talkshow, budaya local, dan sejumlah aksi lainnya termasuk kendaraan listrik, demo masak kompor induksi, sebagai kreasi yang mengedepankan tema hijaukan bumi.

Di sana kreasi dan seni telah menjelma sebuah perlawanan! Sebuah daya niscaya. Creativity yang memungkinkan hadirnya entitas aktual. Karena di balik maknanya, –mengacu semiotika de Saussure — terdapat suatu system yang rumit dan kompleks sebagai pembentuknya.

Begitu Eco Vibe Fest 2025 telah menjadi cara paling seru dan bermakna dalam merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Di sana pula sebagaimana esensinya, seni telah menjadi sarana mengkritisi dan memuliakan kehidupan.

Engkau bisa menukar buku bekas dengan kopi di UKM binaan PLN yang ikut hadir menyemarakan festival. Buku itu akan disalurkan ke sentra-sentra dunia literasi, untuk menghidupkan Taman Baca yang saat ini mulai mati suri di tengah serbuan budaya menonton yang membuat masyarakat meninggalkan buku. Sebuah keadaan yang dikritisi secara sarkastik oleh para pemikir sebagai jalan menghibur diri hingga mati.

Saat buku ditinggalkan maka manusia menjadi budak kehidupan. Suatu keadaan masyarakat yang tenggelam dalam bisu dan ketakutan. Di situ ungkapan penyair tanah Cedar Kahlil Gibran menjadi patut dan relefan: “Betapa buasnya sesungguhnya perbudakan kehidupan mengisi hari-hari manusia dengan kesengsaraan dan kesukaran, dengan air mata dan kesedihan mendalam saat kita tak punya pengetahuan”.

Di menit berikutnya, setelah Mongga usai dengan lagu “Banuangku” yang dinyanyikannya begitu ekspresif dan merdu, seorang anak kecil melintas di panggung dalam semacam kolase semiosis bersama wujud-wujud lainnya dalam gerak penyelamatan bumi dan lingkungan hidup.

Saya jadi ingat teolog pembebasan Poulo Freire. Kekuatan yang menjadi daya tarik utama pemikirannya adalah kejujurannya untuk menyatakan, tanpa tedeng aling-aling akan kondisi kemanusiaan kita saat ini yang telah sedemikian rupa rapuhnya di mana kita sendiri justru sering bersikap tidak manusiawi menghadapinya.

Hal itu dapat ditangkap dengan terang benderang dalam puisi yang dibacakan aktor Aldes Sambalao bersama teaterisasi actor cilik Viani:

INDONESIA PADA SEBUAH LAYAR

ada ketika seorang anak akan bertanya pada ibunya:
apa itu Indonesia
karena Indonesia yang ia bayangkan
begitu kabur dan samar
Indonesia yang disuguhkan padanya
adalah pertengkaran politik, berita korupsi dan kriminal
hiburan asing yang tak menjawab akar kesusahannya
pahlawanpahlawan super dunia fiksi yang tak nyata
ada ketika seorang anak akan berkata pada ibunya:
sebegini inikah wajah Indonesia yang harus kubayangkan
wajah yang retak, wajah yang kusam oleh ruparupa persoalan,
oleh ruparupa duka cita, perseteruan dan katakata yang tajam
menusuk hati, meretakan jiwa dan harapan
pulaupulau yang tak bernyawa
laut yang bertabur gelombang amarah
alam dan lingkungan yang terjarah
pendidikan yang kehilangan rasa cinta
akan apa yang kubayangkan pada Indonesiaku yang kubanggakan
ada ketika anak itu akan memandang merah putih berkibar
dalam sepi kebanggaan. dalam pertanyaan yang selalu tak terjawab
tapi ibunya yang sabar tetap saja menatapnya dengan cinta,
dengan sayang yang tak berkesudahan
dan ada ketika ibu itu akan berkata:
sejak negeri kita merdeka, hanya pada sebuah layar engkau melihat
Indonesia apa adanya. Pulaupulau yang riang, tanah air yang gemerlapan
karena hanya pada layar sanubari penuh cinta
Indonesia yang kau bayangkan
tak pernah padam

Dengan puisi ini, kita jadi paham akan apa yang dimaksudkan Hegel dalam The Phenomenology of Mind, di mana hanya dengan mengambil resiko hiduplah, kebebasan dapat dicapai.

Seseorang yang tidak berani mempertaruhkan hidupnya, tidak akan mencapai hakekat kesadaran diri yang mandiri.

Di sana juga terbetik gagasan pentingnya nilai manusia dan kemanusiaan, nilai kehidupan dan lingkungan untuk hidup. Karena panggilan manusia sejati adalah menjadi pelaku yang sadar, yang bertindak mengatasi dunia serta realitas yang menindas atau yang mungkin menindasnya.

Manusia hendaklah bukan gema kosong sebuah suara, dan bayangan menyedihkan dari sosok tubuh, tapi sesuatu yang terus menafsir ulang nilai kehidupannya seperti sajak yang dibacakan aktor Rahadi IE Gedoan berikut ini:

GADIS PLASTIK DARI JIAMEI

lima ratus tahun kemudian
saat kotakota lama ditata ulang,
samudera dibersihkan,
bongkahan es kutub didinginkan
dan tanah kembali digemburkan
keturunan kita akan menemukan
berjutajuta gadis plastik dari Jiamei
dari pabrikpabrik seantero dunia,
terjengkang, memperlihatkan
betapa buruknya nilai hidup kita
dan mereka berkata: sekesepian itukah leluhur kita,
sesunyi itukah kehidupan mereka, sedatar itukah
akhlak mereka
karena lima ratus tahun sebelumnya,
kita memang diganyang gelombang plastik yang membabi buta
serbuan yang tak terlawankan, bahkan plastik dianggap pahlawan
menjaga bayibayi kita tidur, menemani mereka bermain
dan mereka tumbuh berkembang dalam dunia plastik yang ramai,
menghadirkan pesta nilai artifisial dari segala bentuk kehidupan
samar di kamarkamar yang diplastikkan dengan teramat gemar
karena lima ratus tahun sebelumnya
kita hidup dalam kebudayaan plastik yang paling edan
kita bergantung pada plastik, daya hidup kita didikte oleh plastik
kemudahan memplastikkan segalanya tak terasa telah merampas
semua kebanggaan kita sebagai manusia, sebagai bagian dari alam
yang harus dicintai dan diselamatkan
dengan buasnya kita biarkan plastik memangsa alam kita
memangsa tumbuhan dan hewan, memangsa diri kita,
keseharian kita, bahkan cinta kita
lima ratus tahun kemudian
dengan begitu malu keturunan kita
mencakapkan kebejatan kita yang tiada taranya
menyampahi samudera, menyampahi tanah,
menyampahi udara dengan plastik, dengan gadis plastik dari Jiamei,
dari Dreamdoll Duppigheim,
dari Strasbourg
menyampahi makna kehidupan dengan robotrobot plastik pemuas nafsu,
dengan tas, dengan kondom modif, dengan payudara silikon,
dengan pinggul silikon, dengan cincin penggeli, dengan penis karet,
dengan vagina getar, dengan alatalat rumah tangga, dengan
kemasankemasan barang dan mesin, dengan bunga, dengan segala
sampah plastik yang tak perlu dan tak berguna
dan mereka akan menyumpahi kita sebagai nenek moyang yang terkutuk
mewariskan bumi rusak akibat nafsu plastik yang tak terkendali
pemimpinpemimpin bangsa kita akan dicemooh sebagai para idot yang
tak mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kelestarian hidup
alam semesta
dan mereka akan menulis ulang sejarah manusia
dari kesadaran yang lebih cerah
tentang makhluk yang mencintai planet mereka,
lalu menempatkan kita sebagai kerakera tua yang berotak tumpul
yang hidup di sebuah masa yang begitu buas
saling memangsa,
juga sebagai makhluk yang paling terobsesi dengan plastik
sebagai dunianya
saat keturunan kita memulai kembali hidup mereka
dengan awal yang bijaksana
mereka akan membongkar tulangbelulang dan abu kita
dan menarunya di lubang sampah
bersama plastikplastik yang tak bermakna

Akhirnya, tabik saya untuk Tamang Bae Lingkungan dan Serikat Pekerja PLN Suluttenggo yang telah menghadirkan Eco Vibe Festival 2025 sebagai ajang penuh hikmah dan daya gugah bagi kesadaran mencintai alam dan lingkungan hidup kita. (*)

Penulis: Iverdixon Tinungki (Redaktur Barta1.com)

Barta1.Com
Tags: Eco Vibe Festival 2025
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Pimpinan PLN Suluttenggo dan pegiat Lingkungan Sulut. (foto: Barta1)

Pegiat Lingkungan Sulut Dukung Komitmen PLN Menjaga Lingkungan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026
  • Petinggi BSG ‘Dikuliti’ Kejati Sulut Soal Dugaan Korupsi CSR, Kapan Dirut? 24 April 2026
  • Gubernur Yulius Angkat Isu Lingkungan di Paripurna, 5.000 Warga Koha Krisis Air Bersih 24 April 2026
  • PLN UP3 Gorontalo Gelar Apel Serentak, Akselerasi Layanan dan Jamin Keandalan Pasokan Listrik 24 April 2026
  • PLN UID Suluttenggo Perkuat Mitigasi dan Keandalan Listrik di Desa Siaga Bencana Kinilow 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In