• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Seni

Mengenal Sang Legend Musik Klasik Sulut, Jan Willem Pangkey

by Agustinus Hari
30 Juli 2025
in Seni
0
Mengenal Sang Legend Musik Klasik Sulut, Jan Willem Pangkey
0
SHARES
80
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAN WILLEM PANGKEY, salah seorang tokoh musik klasik legendaris Sulawesi Utara. Pertama kali nama itu saya dengar dari musikolog dan Guru Besar Universitas Negeri Manado, Prof. DR. Perry Rumenangan. Ia disebut piawai dalam gitar klasik, biola dan alat musik gesek lainnya.

 

Baru pada kisaran tahun 2017 ketika saya mementori pembuatan film “Semateir” – Film yang kemudian terpilih sebagai Film Anak Terbaik Indonesia dan Meraih Piala Gatra Kencana– saya menjadi dekat dengan sang legend ini.

 

Ketika itu, musisi yang akrab saya sapa Om Wellem, ikut berperan sebagai tokoh Opa, sekaligus ikut menggarap ilustrasi musik film bersama penata musik Zadrik Dauhan, S.IP. Kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah garapan tataan musik film terbaik.

 

Musisi kelahiran 1957 itu, awal belajar gitar pada ayahnya sendiri. Pada tahun 1970 sudah bergabung dengan orkest tradisionil komunitas Borgo Mestizo yang dipimpin Bagon Dengah, di Manado.

 

Tahun 1972, ia mendirikan grup Folk Song Gaya Remaja, dan ikut festival Folk Song di IKIP Negeri Manado.  Pada 1973 ikut festival Folk Song UNSRAT, juga ikut festival Gitar Kalasik. Sejak tahun 1973 hingga 1977 mengikuti study Gitar Klasik di Sekolah Musik YASMI ( Yamaha Music Foundation) Jakarta, dengan  guru Adis Sugara.

Tahun 1977 menjadi pemenang pertama pada Festival Gitar Sulawesi Utara, Dekdibud, Manado. Sejak 1979 kuliah Seni Musik di FPBS IKIP Negeri Manado. pada 1982-1988 menjadi instruktur gitar klasik di sekolah musik “Sasana Musik” (YPPM Cabang Manado) yang dipimpin Pstr. Drs Gerardus Widya – Suwondo MSC.

Tahun 1982 mengikuti Seminar dan Lokalatih Instruktur 1 Gitar Klasik dengan Maestro Jos Bredie, seorang dosen Gitar Klasik ISI Yokyakarta, Chief Instruktur Sekolah musik YPPM se Indonesia.

Tahun 1983 mengikuti Lokalatih Instruktur 2 (Gread 6) dengan Maestro Iwan Irawan.  Lalu pada 1984 mengikuti Lokalatih Instruktur 3 (Gread 7) dengan Maestro Iwan Irawan.

 

Terpilih sebagai pemenang pertama pada Festival Gitar Klasik 1974 se Indonesia.

 

Pada 1986 mengikuti Lokalatih Lanjutan dan Konser dengan Maestro Jos Bredie Studio RRI, Manado. Pada 2002 mengikuti Lokalatih dengan Maestro Arthur Sahelangi, Chief Instruktur Yamaha Music Foundation Jakarta untuk memperdalam Violin/Viola/Cello, yang sudah dipelajarinya sejak 1970 dengan berguru pada ayahnya Sendiri .

 

Tahun 1983 mengikuti Study Violin Klasik pada musisi Hussein di Sekolah Musik Vidi Vici , yang dipimpin Ully Sigar Rosadi, di Jakarta.

 

Pada 1983 ~ 1988 mengikuti Study Violin klasik pada Pstr, Simon Ruyter MSC & Joseph Sumampouw, Manado.

 

Pada 1988 mendirikan Orkest hiburan Keroncong Moresko. Sejak 1988 hingga1990 menjadi Instruktur Violin & Gitar di Sekolah Musik MUSICA SACRA yang dipimpin Pstr Dr. Gerald Jassen MSC., di Manado dan Tomohon.

 

Pada tahun 1990 ~ 1992 kembali mengambil study lanjutan Violin & Viola kepada Musisi Fauzan di IKJ, Jakarta.

 

Sejak 1992 hingga 1995 menjadi  Instruktur Violin & Gitar – MUSICA SACRA Manado dan pada tahun 1995 menjadi anggota ANSAMBEL MANADO memainkan Cello.

 

Pada1996 hingga 1997 mengikuti study lanjutan Violin & Viola kepada musisi Fauzan , IKJ, Jakarta. Lalu pada1999 hingga 2002 menjadi Instruktur Musik Violin & Gitar di Sekolah Musik SEPTIM Manado.

 

Pada 2002 mengikuti Lokalatih Violin & Cello pada Master Violin Grace Sudargo (Maestro lulusan Jerman dan Master Cello Asep Hidayat, lulusan Jepan di Tomohon.

 

Pada 2004 hingga 2005 menjadi Instruktur Gitar & Violin di INTERNATIONAL SCHOOL MANADO.

 

Tahun 2005 hingga 2010 menjadi Instruktur Violin, Gitar , Viola & Cello di Sekolah Musik HARMONIC Manado. Pada 2009 sebagai String Kwartet Legiero memegang Cello.

 

Tahun 2017, pemeran Opa dan Pengisi Musik dalam Film SEMATEIR karya kolaborasi TVRI Manado dan Sanggar Kreatif Manado.

 

Pada tahu 2023 dan 2024 menjadi Juri FLS2N – Festival & Lomba Seni Siswa Nasional tingkat SMA Bidang “Solo Gitar” Propinsi SULUT.

 

Pemeran Opa Erenz (Juru Kunci Hutan Angker) dalam Film MARIARA RESURRECTION, 2025. Produksi Gorango Film. Pada 2025 menjadi Juri Gitar Solo Pada FLS3N Tingkat Propinsi Sulut.

Meski usianya makin menua, Om Welem masih terus aktif mengabdikan hidupnya di dunia musik Sulut. Mengisi musik di berbagai kegiatan dan acara seperti pameran, pagelaran, hotel, cafe, nikah dan sebagainya. Salam salut untuk musisi legend Jan Willem Pangkey atas pengabdiannya yang tak mengenal Lelah.

 

Penulis: Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: Jan Willem Pangkeymusik klasikSulut
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Risyad–Patra Nakhodai GMNI yang Terpilih Aklamasi di Kongres XXII Bandung

Risyad–Patra Nakhodai GMNI yang Terpilih Aklamasi di Kongres XXII Bandung

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tingkatkan Kapasitas Kehumasan, SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Gandeng AJI Manado Gelar Pelatihan Jurnalistik 21 Juli 2026
  • Golkar Dukung Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak, Cindy : Urgent 21 Juli 2026
  • Langkah Nyata DPRD Sulut, Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Resmi Jadi Prakarsa 21 Juli 2026
  • DPRD Sulut Tetapkan Ranperda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai Usul Prakarsa 20 Juli 2026
  • Polisi Amankan Nobar Final Piala Dunia di Bitung 20 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In