Manado, Barta1.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Seasoldier Sulawesi Utara (Sulut) kembali membuka perekrutan anggota baru. Pada tahun 2025 ini, dari 34 pendaftar, 24 lolos ke tahap interview, kemudian 10 orang dinyatakan resmi bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Seasoldier Sulut.
Setelah lolos seleksi administrasi, para calon anggota menjalani serangkaian kegiatan pelatihan. Tahapan pertama dimulai dengan pengenalan dan materi kelas yang berlangsung di Nutrihub Manado. Materi yang diberikan berfokus pada konservasi sumber daya alam dan pengelolaan sampah.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lapangan di Mangrove Park Bahowo pada Sabtu (29/6/2025). Di sana, para peserta dibekali pengetahuan langsung mengenai ekosistem pesisir, seperti terumbu karang yang disampaikan oleh Ketua Seasoldier Sulut, Reskiwati, S.Pi., M.Si., padang lamun oleh Helensyah Silalahi, S.Pi., serta hutan mangrove oleh Kisman Binsijek.
Tak hanya itu, para peserta juga melakukan kegiatan pemilahan dan pendataan sampah yang mereka angkat dari kawasan pesisir. Total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 50,8 kg, terdiri dari plastik, besi, kayu, kain, kaca, hingga Styrofoam.
Dalam wawancaranya dengan Barta1.com melalui WhatsApp pada Selasa (1/7/2025), Reskiwati menjelaskan bahwa kegiatan lapangan ini merupakan kelanjutan dari materi kelas yang telah diberikan sebelumnya. “Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran dan keinginan menjaga ekosistem pesisir dan laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, harapannya para anggota baru ini kelak bisa menjadi edukator lingkungan bagi orang-orang di sekitar mereka. “Ilmu yang mereka dapatkan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bisa diterapkan langsung di lapangan,” tambah Reskiwati.
Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat itu juga menegaskan pentingnya regenerasi dalam keanggotaan Seasoldier Sulut. Ia berharap, dengan pengalaman dan wawasan yang didapatkan, para anggota baru mampu membawa semangat serta ide-ide segar dalam aksi-aksi lingkungan ke depannya. (*)
Editor: Meikel Eki Pontolondo


Discussion about this post