Manado, Barta1.com – INSPIRASI merupakan sebuah program yang digagas oleh Alumni HUI atau Alumni Conference 2025 sebagai ruang temu dan kontribusi alumni dari berbagai angkatan. Program ini tidak hanya menjadi wadah untuk berkumpul dan berbagi cerita, tetapi juga bertumbuh bersama dalam misi sosial. Setiap tahunnya, Alumni HUI diadakan secara bergilir di berbagai wilayah Indonesia Timur, dan untuk tahun 2025, Manado menjadi tuan rumah.
Tahun ini, terdapat gebrakan baru dalam rangkaian kegiatan alumni. Jika sebelumnya kegiatan luar sebatas kunjungan ke organisasi NGO dan komunitas lokal untuk belajar dari mereka, kali ini konsepnya dibuat lebih interaktif dan bermakna. “Untuk tahun ini, kami buat lebih menarik. Tidak hanya belajar dari organisasi, tapi juga memberikan kontribusi nyata kepada mereka,” jelas Muh. Fajar Pahrir, salah satu Alumni HUI kepada Barta1.com, saat diwawancarai di Pasar Bersehati Manado.

Dengan semangat kolaborasi, alumni dipetakan berdasarkan minat dan bidang yang mereka tekuni, seperti pendidikan, kebudayaan, dan lingkungan, kemudian disinergikan dengan tujuh organisasi lokal di Manado. Salah satunya adalah Dinding Manado, organisasi yang bergerak di bidang literasi dan pendidikan anak.

“Sejak awal kami mulai berdiskusi tentang ide dan kegiatan apa yang bisa kami lakukan bersama Dinding Manado. Alhamdulillah, semua terealisasi dengan baik,” lanjut Fajar. “Untuk itu, kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinding Manado atas kesediaan mereka bekerja sama.”
Salah satu kegiatan yang dilakukan hari ini adalah belajar sambil bermain bersama anak-anak. Alumni mengemas pembelajaran secara menarik, seperti demo sains yang memperlihatkan proses terbentuknya pelangi dan simulasi membuat gunung. Anak-anak diajak untuk membaca petunjuk, menggunakan alat dan bahan, lalu mempraktikkannya secara langsung.
“Kami memahami bahwa anak-anak lebih menyukai hal yang menyenangkan dan praktikal. Oleh karena itu, kami selipkan juga pengetahuan kebencanaan, tentang bagaimana bersikap siaga saat terjadi bencana gunung meletus. Jadi, mereka tidak hanya tahu teorinya, tapi juga mengalami langsung melalui simulasi,” terang Fajar.
Untuk anak-anak usia dini (PAUD), pendekatan yang digunakan lebih berbasis dongeng, dengan muatan nilai edukatif yang tetap disampaikan melalui cerita-cerita yang menarik dan mudah dipahami.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat alumni HUI untuk tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga penggerak dan pemberi dampak nyata di masyarakat.
Menurut Fajr, salah satu fasilitator kegiatan, proses pembelajaran yang dilakukan di Pasar Bersehati Manado menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan belajar pada umumnya. Meskipun lingkungan dan kondisinya tidak ideal seperti ruang kelas formal, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan yang diadakan.
“Setiap anak tentu memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang lebih dominan, cepat tanggap, dan langsung terlibat. Tapi ada juga yang perlu didekati secara personal terlebih dahulu agar bisa merasa nyaman dan mau berpartisipasi,” ujar Fajar.
Namun demikian, setelah proses interaksi awal berhasil dibangun, hampir semua anak akhirnya terlibat aktif dan menikmati pembelajaran yang dibawakan oleh para alumni. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan yang tepat bisa membuka potensi anak-anak dalam situasi apa pun.
Fajar juga menyampaikan harapannya agar Dinding Manado sebagai komunitas literasi dan pendidikan tetap aktif dan terus berkontribusi bagi anak-anak di Manado. Ia mengungkapkan, kekagumannya terhadap konsistensi dan perjuangan komunitas tersebut.
“Kami melihat Dinding Manado ini merupakan komunitas yang luar biasa. Kami sudah mendengar dari Kak Viktor Ohoiwutun, mantan ketua Dinding Manado periode 2022–2023, bahwa proses terbentuknya komunitas ini tidaklah mudah. Perjalanannya panjang, penuh tantangan, tapi bisa bertahan sejak 2010 hingga hari ini. Itu luar biasa,” ungkap Fajar lagi.
Ia pun menambahkan harapannya agar anak-anak yang tergabung dalam kegiatan Dinding Manado terus semangat belajar, meskipun mereka menempuhnya melalui jalur pendidikan informal. “Ilmu yang mereka dapatkan di sini adalah pelengkap dari pendidikan formal. Semoga mereka lebih rajin belajar dan punya semangat untuk terus berkembang.”
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinding Manado, Nazwa Mathias, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Alumni HUI atas kunjungan dan kontribusi mereka dalam kegiatan pembelajaran bersama anak-anak komunitas.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada kakak-kakak dari Alumni HUI yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama anak-anak di Komunitas Dinding Manado,” ujar Nazwa.
Ia juga berharap bahwa kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan di masa depan.
“Kiranya kerja sama ini tidak sampai di sini saja. Dan kirannya, Kolaborasi kita, akan berlanjut lagi kemudian hari guna memperkokoh silaturahmi dan memperluas dampak positif kita bersama,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post