Siau, Barta1.com – Sungguh memilukan kepedulian wakil rakyat Sitaro di tengah harapan masyarakat untuk memajukan daerah tercinta. Lihat saja, saat rapat paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Sitaro yang digelar di gedung DPRD di Kelurahan Bebali, Jumat (23/5/2025), hanya dihadiri segelintir anggota DPRD.
Dari 20 wakil rakyat, hanya dihadiri delapan orang saja yakni Djon P Janis (Ketua DPRD/PDIP), Herry Bogar (PDIP), Pricilya Bawole (PDIP), Alfrets Ronald Takarendehang (Wakil Ketua DPRD/Partai Golkar), Selmina Papuas (Partai Golkar), Bob Nover Janis (Partai Golkar), Evenson Liempepas (Partai Nasdem) dan Heddy Wem Janis (Partai Nasdem).
Sedangkan 11 legislator absen adalah Moghtar Kadis (PDIP), Julinda Tatemba (PDIP), Maria Badoa (PDIP), Denny Palit (PDIP), Ham Bungkaes (PDIP), Claudya David (PDIP), Jesica Jacobus (PDIP), Yolanda Halim (Partai Perindo), Jotje Luntungan (Wakil Ketua/Partai Perindo), Netty Adrian (Partai Perindo) dan Vanny Tamansa (Partai Golkar). Plus satu anggota DPRD dari Gerindra dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW).
Pelak saja hal itu mengundang kritik masyarakat. Piet Hein Kuera salah satu tokoh pemekaran Sitaro dan juga Wakil Bupati Periode 2008-2013, mengatakan kondisi ruang rapat paripurna sangat memprihatinkan karena banyak anggota legislatif yang absen.
“Silakan masyarakat menilai sendiri anggota dewan yang katanya wakil rakyat. Kabupaten Sitaro sudah berumur 18 tahun, namun baru kali ini rapat paripurna HUT Daerah banyak kursi kosong. Yang mengundang legislatif, ironisnya mereka sendiri banyak yang tidak hadir,” kata Kaka Piet, sapaan akrabnya.
Ia menyebutkan seharusnya para wakil rakyat yang digaji melalui uang rakyat, seyogiaya bisa hadir dalam rapat paripurna istimewa sebagai wujud mencintai daerah. “Ini menjadi perhatian bagi warga Sitaro agar jeli memilih para wakil rakyat yang pantas duduk di legislatif. Kenapa pada waktu kampanye pilcaleg lalu, meskipun tidak diundang pada acara namun mereka bisa hadir. Namun di momen bersejarah justru tidak bisa hadir. Kalau tidak ada Kabupaten Kepulauan Sitaro mereka tidak akan jadi Anggota DPRD,” paparnya.
Senada disampaikan tokoh masyarakat, Harto Narasiang. Ia menyebutkan ini pukulan telak buat masyarakat yang begitu mengagung-agungkan dan memilih Anggota DPRD ketika pilcaleg lalu yang nyatanya tidak peduli dengan daerahnya sendiri.
“Hadir dalam paripurna HUT Daerah saja sudah sulit bagaimana memperjuangkan nasib rakyat dan daerahnya. Ini namanya omong kosong,” ujar Narasiang yang juga Sekretaris Partai Nasdem Sitaro.
Lalu apa tanggapan Ketua DPRD Sitaro Djon Ponto Janis? Dirinya mengungkapkan, masukan dari masyarakat tersebut menjadi perhatian Bersama kita semua. “Saat ini momen rapat paripurna istimewa, dihadiri satu atau dua orang rapat bisa dilaksanakan. Untuk anggota yang tidak hadir ada yang memberi kabar, ada juga yang tanpa berita. Selain itu, mungkin faktor mereka berdomisili di luar Pulau Siau. Padahal informasi sudah disampaikan sebelumnya,” katanya.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post