Bitung, Barta1.com – Sejumlah pedagang di kompleks Pasar Cita dan Bitung City Center (BCC) menyuarakan penolakan terhadap pelaksanaan kembali kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan tersebut. Mereka menilai kegiatan tersebut justru menghambat aktivitas perdagangan dan menurunkan omzet karena akses jalan menuju pasar tertutup selama CFD berlangsung. Jumat (16/5/2025)
Seperti diketahui, sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan CFD yang digagas oleh salah satu event organizer bekerja sama dengan Perumda Pasar. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menggairahkan kembali aktivitas di pasar.
Namun, pelaksanaan CFD justru mengambil alih sebagian besar kawasan jalan di lokasi Pasar Cita dan BCC. Kegiatan seperti senam zumba, line dance, hingga lomba-lomba yang digelar di tengah jalan utama menyebabkan konsumen kesulitan mengakses pasar.
Diketahui, kawasan Pasar Cita dan BCC dihubungkan dengan akses jalan melalui empat pintu masuk yang masing-masing dijaga oleh portal. Sayangnya, selama kegiatan CFD berlangsung, keempat portal tersebut ditutup, membuat kendaraan konsumen tidak bisa masuk dan menyebabkan pasar sepi pengunjung.
“Waktu CFD dilaksanakan, pembeli harus jalan jauh karena semua akses ditutup. Dagangan jadi tidak laku. Kami dirugikan,” ujar salah satu pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Cita.
Pedagang berharap, jika kegiatan serupa kembali dilaksanakan, akses jalan menuju pasar tetap dibuka agar aktivitas perdagangan tidak terganggu.
“Kami tidak menolak CFD, tapi jangan sampai usaha kami terganggu. Akses masuk itu penting. Kalau portal ditutup semua, siapa yang mau datang ke pasar?” tambah pedagang lainnya.
Para pedagang meminta pemerintah kota dalam hal ini Walikota dan wakil walikota HHRM dan pihak penyelenggara agar lebih mempertimbangkan dampak kegiatan terhadap pelaku usaha. Mereka juga mendorong adanya evaluasi bersama sebelum CFD kembali digelar di lokasi yang menyatu dengan area perdagangan aktif.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun penyelenggara terkait masukan para pedagang tersebut. (**)
Peliput:
Chris Pontoh


Discussion about this post