Sangihe, Barta1.com – Pilkada Kabupaten Kepulauan Sangihe 2024 menjadi ajang pertarungan sengit bagi para calon Bupati. Jabes Ezar Gaghana, yang diusung oleh Partai Golkar, kini diperhadapkan dengan lawan-lawan tangguh yang berasal dari kalangan pengusaha-pengusaha sukses di Sangihe. Mereka dikenal memiliki dukungan finansial yang sangat kuat, sebuah faktor yang seringkali dianggap krusial dalam politik.
Namun, menanggapi kondisi ini, Jabes Ezar Gaghana justru menegaskan bahwa meskipun uang memang diperlukan dalam politik, itu bukanlah unsur utama dalam membangun daerah. “Kalau kita membangun daerah dengan unsur utamanya adalah uang, sekarang apa motivasinya? Kalau pendekatannya itu berarti ada motivasi lain,” ujar Gaghana, Rabu (28/8/2024).
Ia menambahkan bahwa seorang pengusaha yang berinvestasi tentu berharap ada pengembalian investasi. Namun, bagi Gaghana dan pasangannya, Pdt. Patras Madonsa, motivasi utama mereka adalah mengabdikan diri dengan ketulusan dan iman. “Kami berdua meletakkan uang bukan sebagai unsur utama, melainkan hanya sebagai unsur pendukung. Unsur utama adalah bagaimana kita mengabdikan diri dalam sebuah ketulusan dan iman bahwa apa yang kita lakukan boleh sukses karena pertolongan Tuhan,” tegas Gaghana.
Gaghana juga menjelaskan bahwa pilihan terhadap Pdt. Patras Madonsa sebagai calon wakilnya didasarkan pada pertimbangan nilai-nilai sosial dan spiritual, bukan finansial. “Saya memilih Wakil saya seorang yang punya nilai sosial yang tinggi, bukan berdasar finansial,” ungkapnya. Proses memilih Madonsa sebagai pendamping politiknya tidaklah mudah, dan melibatkan berbagai pergumulan serta konsultasi dengan teman-teman di pelayanan.
Menurut Gaghana, banyak pasangan calon lain yang memilih wakil berdasarkan latar belakang finansial yang kuat. Namun, ia berpegang teguh pada prinsip bahwa pendekatan yang mereka gunakan lebih mengedepankan nilai-nilai iman dan budaya. “Kami ingin membentuk karakter masyarakat Sangihe dalam pendekatan kualitas iman, pendekatan budaya, pendekatan keberadaan orang Sangihe,” jelasnya.
Gaghana juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap hilangnya identitas masyarakat Sangihe jika bahasa dan budaya lokal tidak dilestarikan. “Saya membaca artikel bahwa hilangnya sebuah komunitas, kalau kita mau menghilangkan orang Sangihe, hilangkanlah bahasa Sangihe. Hilang itu orang Sangihe,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dengan memilih Pdt. Patras Madonsa sebagai pendamping, Gaghana berharap dapat mengajak masyarakat untuk membangun Sangihe dengan landasan iman dan budaya yang kuat. “Uang itu perlu, tetapi bukan segalanya. Kami ingin membawa Sangihe ke arah yang lebih baik dengan mengedepankan tatanan yang dibangun dari konteks iman,” tutupnya.
Dengan prinsip yang kokoh dan visi yang jelas, Jabes Ezar Gaghana dan Pdt. Patras Madonsa siap bertarung dalam Pilkada Sangihe 2024, menawarkan kepemimpinan yang berbeda dan lebih berfokus pada nilai-nilai sosial dan keimanan daripada sekadar kekuatan finansial.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post