Manado, Barta1.com — Tak semua petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) bisa melaksanakan kerja pengumpulan data dengan mulus. Salah satu kendala yang jadi alasan adalah panen raya cengkih yang sekarang tengah berlangsung di Sulawesi Utara.
“Pantarlih belum bisa menemui warga karena panen raya cengkih,” aku Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sonder Kabupaten Minahasa pada komisioner KPU Sulawesi Utara, Lanny Anggriany Ointu.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Evaluasi Pencocokan dan Penelitian Tahap Pertama dan Laporan Penggunaan Aplikasi E-Coklit Pada Pemilihan Serentak Tahun 2024, hari ke dua Rabu (04/07/2024) di Grand Kawanua Novotel Manado. Jajaran KPU Kabupaten/Kota dan PPK menjadi peserta kegiatan ini.
Ternyata menurut PPK, sejumlah warga Sonder yang harusnya bisa ditemui di rumah lagi bekerja memanen cengkih hingga ke luar kecamatan. Tak hanya kepala keluarga, anak-istri bahkan tetangganya juga diajak.
“Mereka kerja pemetikan cengkih sampai bawa istri dan anak, juga kerabat dan tetangga diajak karena memang saat ini panen raya dan kerjanya bisa sampai di Bolmong Timur dan Bolmong Selatan,” ujar PPK Sonder.
Namun badan adhoc itu memastikan akhir pekan ini yang belum terdata bakal pulang kampung, sehingga tugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih bisa dimaksimalkan.
Berbagai kendala dalam proses pencoklitan tercetus oleh PPK sejumlah kecamatan saat rapat evaluasi ini bergulir. Seperti halnya di Passi Barat Kabupaten Bolmong. Menurut PPK, warga yang belum ditemui untuk pendataan karena bekerja di kebun pagi hingga petang.
Sementara di Kecamatan Kawangkoan, PPK mengakui ada pemilih yang lagi berada di luar negeri dan ada juga yang menolak coklit karena lagi bermasalah dengan keluarganya. Berbeda di Kecamatan Mandolang Minahasa, puluhan kepala keluarga meminta lokasi TPS jangan terlalu jauh dari lokasi pemukiman mereka.
Untuk berbagai masalah ini, Lanny meminta jajaran PPK dan PPS bergerak lebih lugas.
“Kalau belum bisa bertemu minta Pantarlih bikin janji ketemu supaya bisa pastikan coklitnya, ingat tugas kita punya batas waktu,” tegas Lanny.
Hingga Rabu, KPU menyatakan data pemilih yang terakomodir lewat proses pencoklitan di Sulawesi Utara sudah di angka 66,63 persen. Dalam data itu, jumlah pemilih baru sebanyak 32.380 orang.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Minahasa Utara Ireine Bujung mengatakan, tugas pencoklitan yang dilakukan di wilayah kepulauan berlangsung tanpa kendala.
“Kali ini wilayah kepulauan kami yang ada 19 desa itu berjalan aman, termasuk perekaman data di E-Coklit sudah seratus persen,” ujar kepala divisi Perencanaan, Data dan Informasi itu.
Ireine memastikan pemutakhiran data pemilih di Minahasa Utara bisa tuntas tepat waktu. Ini karena kesiapan badan adhoc dan Pantarlih yang bertugas sesuai skema kerja yang telah disiapkan sebelumnya.
“Kita optimis coklit bisa selesai sebelum tenggat, kita minta Pantarlih bekerja cepat tapi presisi,” sebut dia. (*)
Peliput:
Ady Putong


Discussion about this post