Minahasa, Barta1.com — Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jurusan Teknik Sipil, Program Studi D-III Teknik Sipil, kembali melaksanakan skema pengabdian berbasis masyarakat melalui program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026. Kali ini, kegiatan pengabdian dilaksanakan di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Minahasa.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas prasarana dan fasilitas pendidikan melalui pemasangan paving di lingkungan sekolah. Program ini didanai langsung oleh Polimdo melalui skema pendanaan pengabdian oleh mahasiswa.

Tim pengabdian terdiri atas Yuslina Anitha Pariaribo selaku ketua, dengan anggota Febriana Luruk Nahak, Feronika Laloda, Venansius Situmorang, Sadyar Gakur, Jennifer Margareth Rompah, Novael Lumintang, Chelsia Elisya Lumahiwa, George Andreas Denajoan Kumesan, dan Meilin Idawati Nanguri.

Sementara itu, dosen pembimbing dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Febriane P. Makalew, ST., MUDD.
Ketua tim pengabdian berbasis masyarakat – mahasiswa berdampak, Yuslina Anitha Pariaribo, mengungkapkan pemasangan paving di lingkungan sekolah merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya jalur paving, lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman sehingga dapat mendukung proses belajar-mengajar secara optimal.

“Pemasangan paving di lingkungan sekolah merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya paving, lingkungan sekolah menjadi lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman sehingga dapat mendukung proses belajar-mengajar secara optimal,” ungkap dia.

Yuslina menambahkan, bagi sekolah luar biasa, penyediaan fasilitas perkerasan untuk jalur pejalan kaki di lingkungan sekolah memiliki manfaat yang sangat besar. Fasilitas tersebut dapat membantu menunjang aktivitas siswa maupun guru, khususnya ketika melakukan kegiatan di luar ruangan.
“Dengan kesepakatan antara tim pelaksana pengabdian mahasiswa dan tim Sekolah Luar Biasa Kreasi Mandiri, disusun kegiatan pengabdian berupa pemasangan paving ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Dr. Febriane, selaku dosen pembimbing dari Pengabdian, mengungkapkan kegiatan pengabdian ini tidak hanya bertujuan membantu menyediakan fasilitas yang layak bagi sekolah, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat, khususnya melalui praktik konstruksi pemasangan paving.
“Melalui metode yang terstruktur, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, kegiatan pemasangan paving dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi sekolah,” ucapnya.
Ia berharap program pengabdian mahasiswa tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas prasarana dan fasilitas pendidikan, khususnya melalui penyediaan jalur paving di lingkungan Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Minahasa.
“Dengan melihat kondisi sekolah, permasalahan mitra adalah sekolah belum memiliki jalur perkerasan yang optimal. Karena itu, fasilitas jalur paving perlu dibuat. Aktivitas siswa perlu diarahkan untuk mendukung keselamatan dalam bergerak, baik di dalam maupun di luar sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyediaan jalur paving untuk pejalan kaki dan berbagai aktivitas di luar ruangan perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
“Persoalan mitra terutama adalah belum optimalnya pemahaman siswa berkaitan dengan keselamatan beraktivitas di dalam dan di sekitar lingkungan sekolah, serta belum terpenuhinya fasilitas pembelajaran,” jelasnya.
Dr. Febriane berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan teori dan praktik yang diperoleh di kampus ke dalam kehidupan masyarakat.
“Sekiranya kegiatan ini memberikan manfaat pengalaman guna menerapkan teori dan praktik di kampus ke praktik di lingkungan masyarakat. Mahasiswa belajar memahami permasalahan di masyarakat dan membantu memberikan solusi melalui praktik konstruksi pemasangan paving,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post