“Aku hamil,” kata Tori Wheeler pemudi 18 tahun asal Oklahoma pada pacarnya, Derek Bauer. Tori tak sungguh-sungguh. Candaannya dilempar pada 1 Maret 2013, berkenaan hari itu adalah April Mop.
Alih-alih bahagia atau tertawa, Derek malah emosi. Lelaki itu memarahi sang pacar yang menjadikan dirinya korban kebodohan April. Bahayanya, Tori langsung mengacungkan pisau dan mengancam Derek. Saat itulah aparat hukum terlibat.
Pada polisi Tori mengaku hamil dan ancaman pisau itu hanya lelucon belaka, sebagaimana yang umum dilakukan pada peringatan April Mop. Namun di balik itu, Tori juga mencoba menggorok leher Derek dan menggigitnya dua kali sehingga Derek dirawat dengan tujuh jahitan. Tak ayal perempuan itu harus dikurung dalam penjara.
Dalam buku The Story Behind April Fools’ Day (2020) Melissa Rae Shofner menyebut April Mop adalah hari dimana orang-orang saling menjahili satu sama lain dengan lelucon dan kebohongan. Budaya itu dipercaya muncul di Norwegia sebagai peringatan untuk Loki, dewanya para penipu. Hari ini rakyat sejumlah negara di dunia terus merayakannya setiap almanak menunjuk 1 April.
Tetapi kejahilan yang dilakukan tak selalu berujung gelak tawa. Salah satu contohnya adalah kisah Tori Wheeler dan Derek Bauer. Pernah pada April 1980, produser berita TV Boston bernama Hommer Cilley membuat candaan tentang bukit di Milton Massachusetts yang mulai mengeluarkan lahar dan memuntahkan api. Tak lama kemudian siarannya mengarah pada letusan dahsyat yang merupakan rekaman nyata letusan Gunung St Helens dan menambahkan peringatan palsu dari Jimmy Carter, Presiden Amerika saat itu.
Di ujung siaran, Hommer menambahkan bahwa itu hanyalah humor belaka. Namun Publik yang mengira peristiwa itu benar terjadi terlanjur panik dan membanjiri panggilan telepon layanan umum termasuk polisi dan pemerintah.
Cilley segera dipecat lantaran gagal melakukan “penilaian kabar baik” dan melanggar peraturan. Candaan ini justru membawa tragedi April Mop yang seharusnya bisa jadi pelajaran.
Satu lagi korban kejahilan April Mop saat 1 April 2001 ketika seorang DJ di Inggris mengumbar pernyataan untuk mengerjai pendengar radio ada kapal mencurigakan mirip Titanic. Kapal itu dapat ditengok dari tebing Beach Head di wilayah Sussex Timur.
Tentu saja siaran itu memicu kehadiran ratusan orang di lokasi yang tentu saja, pada akhirnya, tak melihat apa-apa. Namun akibat kelebihan beban, tebing itu akhirnya runtuh. Tak diketahui apa ada korban dari peristiwa ini.
Yang pasti dari banyak kesalahpahaman, orang mulai belajar untuk berhati-hati melempar candaan saat April Mop. Jangan-jangan ini malah jadi bencana ketimbang kebahagiaan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post