Manado, Barta1.com – Bek naturalisasi Timnas Indonesia, Justin Hubner akan mencetak sejarah besar setelah menerima tawaran bergabung dengan klub J League Cerezo Osaka dengan status pinjaman selama semusim penuh.
Hubner dilepas Wolverhampton Wanderers ke Cerezo Osaka hingga akhir musim J League 2024. Keputusan ini cukup mengejutkan lantaran bek 20 tahun itu sejatinya punya peluang mentas bersama tim utama Wolves musim ini.
Wolves pun memberikan pernyataan resmi mereka terkait peminjaman Hubner ke Cerezo Osaka. Manajer Pathways, Steve Davis mengatakan pihaknya sedang mencari pinjaman untuk Justin, mungkin di musim panas daripada sekarang, tetapi kesempatan itu datang.
“Osaka melakukan kontak dan kami menindaklanjutinya. Mereka mencari bek tengah karena salah satu bek kunci mereka mengalami cedera dan dengan adanya hubungan Justin dengan Indonesia di pasar Asia, kami merasa ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuknya,” katanya.
“Ini adalah pasar yang berbeda baginya, liga yang berbeda. Gaya sepak bola di J1 League sangat kuat dan akan menjadi tantangan yang sangat bagus untuknya. Kami hanya merasa bahwa untuk perkembangan sepak bolanya, itu akan menjadi langkah yang bagus dan tantangan yang bagus.
Dia telah bermain dengan sangat baik di tim U-21 dan menjalani musim yang baik. Ia hanya membutuhkan lebih banyak tantangan dan J-League akan memberinya langkah maju yang ia butuhkan saat ini,” ujarnya.
Dan mengingat pengalaman Hubner di Piala Asia, di mana ia tampil melawan Jepang, Davis percaya bahwa sang pemain bertahan akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan gaya sepak bola. Tetapi dia menekankan Justin harus mendapatkan tempatnya di tim dan tampil konsisten.
“Setelah menyaksikan sepak bola, standar dan gaya mereka, ada banyak ketertarikan terhadap Jepang dengan betapa bagusnya performa tim nasional mereka. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan olehnya, jadi dia akan pergi ke sana dan dia harus merasa nyaman. Pengalamannya bersama Indonesia telah mempersiapkannya dengan baik untuk berada di Jepang dan tampil baik di sana,” kata Steve.
“Dia harus masuk ke dalam tim, mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Mereka tidak memiliki banyak pemain berkaki kiri, jadi dia akan memberikan keseimbangan dan dia bisa bermain di berbagai posisi, yang mana dia sangat mudah beradaptasi. Ia harus masuk ke dalam tim dan menunjukkan bahwa ia dapat memperjuangkan tempatnya seperti pemain lain.
“Ia harus menunjukkan bahwa ia bisa tampil konsisten di tim utama selama satu musim dan itu akan menjadi tantangan terbesar baginya,”
SEJARAH INDONESIA
Sebelum Hubner, empat pemain Indonesia yang lebih dulu melakukannya adalah Ricky Yacobi, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly dan Pratama Arhan.
Meski demikian, Hubner merupakan pemain Indonesia kedua yang bergabung dengan tim kasta teratas Liga Jepang. Irfan Bachdim merupakan pesepak bola Indonesia pertama yang melakukannya.
Namun, Bachdim yang bergabung dengan Ventforet Kofu pada 2014 tercatat sama sekali tidak diturunkan klubnya di J League.
Dalam dua tahun berikutnya, Bachdim bergabung dengan klub kasta kedua Liga Jepang (J2 Legaue) yakni Consadole Sapporo.
Alhasil, hingga kini belum ada pemain Indonesia yang mampu mencicipi bermain di J League dan Hubner berpotensi jadi yang pertama andai mampu merebut satu tempat di tim utama Cerezo Osaka.
Peluang Hubner untuk menjadi andalan Cerezo Osaka cukup besar mengingat dia didatangkan setelah bek tengah Ryosuke Shindo mengalami cedera.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post