Manado, Barta1.com – keindahan dan suasana yang menenangkan menjadi alasan Sifra Kolompoy, sampai saat ini masih aktif melakukan pendakian.
Menurut perempuan, kelahiran Amurang 14 April 1992 itu, bahwa keindahan pada puncak gunung dapat memberikan kenyamanan tersendiri daripada berada di perkotaan.

Sifra menyebut, ketertarikannya dengan aktivitas pendakian itu baru memasuki tahun kedua, di mana dirinya sudah melakukan pendakian di gunung Ambang, Soputan, Payung, Tampusu, Mahawu, dan Tangkuban Perahu.
“Setiap gunung yang dikunjungi keindahannya mampu memberikan kedamaian, ketenangan, dan saya sendiri sering terdiam, ketika melihat karya Tuhan yang begitu indah,” ungkap Sifra sambil tersenyum.
Bahkan ada beberapa tumbuhan berupa bunga, kata Sifra, bisa ditemui di puncak pegunungan, namun tidak bisa ditemukan di kota maupun desa. “Sekali lagi, sebuah keindahan yang ditemukan saat berada di pegunungan itu tidak bisa dijelaskan dengan sebuah kalimat, tapi bisa dirasakan oleh diri sendiri,” jelasnya.

“Saat malam hari, ketika mendengar suara burung membuat pikiran itu terasa tenang, apalagi ditemani dengan secangkir kopi, sembari bercengkrama dengan teman-teman,” tutur anak tunggal dari pasangan Fredy Wauran dan Dey Kontu itu.
Ia menambahkan, bukan saja keindahan yang bisa dirasakan selama melakukan pendakian, melainkan juga bisa bertemu dengan berbagai pendaki yang begitu ramah.
“Begitupun dengan medan dari 6 gunung yang sudah dikunjungi, semuanya masih bisa dilalui, dan baik bagi pemula yang ingin merasakan dunia pendakian, namun yang sering ditemukan di lapangan itu ketika hujan adalah jalan yang begitu licin, tapi masih bisa dilewati dengan baik,” terangnya.
ketika ditanya soal kesiapan dalam melakukan pendakian, Sifra mengatakan, tentunya kesiapan mental dan fisik yang harus diperhatikan, apalagi bagi pemula. Kemudian, menyiapkan perlengkapan sesuai dengan lokasi yang akan dikunjungi, seperti carrier, sliping bag, tenda, matras, konfor mini, nesting, dan sepatu khusus untuk pendakian.
“Selain perlengkapan yang telah disampaikan di atas, perlengkapan berupa obat-obatan juga harus diutamakan, ketika melakukan perjalanan seperti minyak kayu putih,” singkatnya.
Dan ke depannya, tambah Sifra, jika Tuhan berkenan dirinya akan melakukan pendakian ke gunung Gamkonora di Halmahera, Maluku Utara. Jika tidak, ia akan melanjutkan pendakian ke gunung tertinggi di Sulawesi Utara, yakni Klabat. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post