Manado, Barta1.com – Dalam Renungan Kristen pada hari ini Jumat 16 Februari 2024 berjudul: Yesus Tebusan Dosa Umat Manusia sesuai bacaan Alkitab 1 Timotius 2:6.
Hari Minggu lusa, 18 Februari, kita akan memasuki hari pertama dan di Minggu pertama, masa raya penghayatan sengsara Yesus Kristus atau yang kita kenal dengan Minggu Sengsara Pertama. Total hingga Jumat Agung, ada 6 Minggu Sengsara. Marilah kita memulai menghayati kesengsaraan Yesus Kristus, yang rela menderita mati tergantung secara hina di Kayu Salib, hanya demi menebus dosa kita umat manusia yang sangat Dia sayangi.
Yah, Yesus yang adalah Tuhan, rela meninggalkan surga yang mulia, lahir dan menjadi manusia biasa yang sama dengan kita, tetapi Dia tidak berbuat dosa. Karena Dia satu-satunya Manusia Yang Sempurna, yang suci tanpa cacat celah, karena Dia adalah Tuhan yang rela jadi manusia, dan manusia yang juga adalah Tuhan. Dia 100 % adalah Tuhan dan juga sempat menjadi 100 % manusia, seperti kita.
Bayangkan Dia meninggalkan zona yang amat sangat aman nyaman, indah, mulia, bahagia abadi, di mana Dia amat sangat berkuasa atas segala-galanya, tapi rela menjadi amat sangat rendah sebagai manusia biasa. Dan, sebagai manusia itu, Dia menyerahkan diri-Nya sebagai korban. Dia menjadi tebusan dosa kita. Bayangkan, kita yang berdosa dan berbuat jahat, yang seharusnya kita ini dihukum berat, tetapi Dia mau membela kita, Dia bersedia menyerahkan diri-Nya yang suci sebagai tebusan atas segala pelanggaran kita yang jahat.
Coba kita bayangkan, kita punya hutang uang misalnya 5 juta. Sudah jatuh tempo dan kemudian kita harus membayar, tetapi kemudian ada yang datang, karena kasihan melihat kita dalam kesulitan terlilit utang, tiba-tiba ada orang yang menawarkan diri menebus segala hutang kita. Bagaimana perasaan kita? Padahal kita dalam keadaan tidak berdaya dan siap menerima hukuman. Tapi, si penebus tanpa minta jaminan, tanpa sarat langsung menebusnya gratis. Itu hanya uang atau mungkin materi.
Tapi, Yesus membatalkan hukuman kekal bagi kita ganti dengan keselamatan dan kebahagiaan kekal. Kita yang sudah seharusnya dan sudah saatnya dihukum bahkan binasa sengsara dalam kekekalan, dibebaskan dan diselamatkan-Nya. Dia rela menjadi tebusan, bukan dengan uang, bukan dengan barang, tapi dengan tetesan darah dan hilang nyawa-Nya, mati tergantung di atas Kayu Salib.
Sungguh ajaib, kasih Kristus. Sungguh heran dan dahsyat pengorbanan-Nya. Tak terhingga dan tak berkesudahan cinta-Nya akan kita. Tak terukur oleh apapun. Dia rela mati sebagai tebusan demi keselamatan dan kebahagiaan kita bukan hanya di bumi, tapi terutama di sorga mulia bersama-Nya. Kita bukannya dihukum menderita, tapi diselamatkan , diberkati dan bahagia selamanya. Itulah kasih Allah di dalam Kristus Yesus yang sungguh, heran, ajaib, perkasa, dahsyat dan luar biasa bagi kita. Adakah kasih seperti yang Yesus lakukan untuk kita? Adakah allah seperti Dia? Pasti tidak ada!
Tapi itulah realita. Bahwa kita punya Tuhan yang amat sangat maha kuasa, tapi juga amat sangat maha pengasih. Bahkan rela berkorban menyerahkan nyawa-Nya untuk umat yang dikasihi-Nya. Namun hal ini tentu hanya berlaku bagi mereka yang mau bertobat dari segala dosanya, meninggalkan segala perbuatan jahat, tetapi mau setia dan taat kepada Tuhan. Dia menyerahkan segalanya untuk kita. Asal kita selamat dan mau bertobat serta mau mengerjakan keselamatan itu dalam ketaatan kepada Tuhan, maka kita diampuni, diberkati dan dipelihara-Nya dalam segala perkara. Sebab Kristus datang ke dunia untuk menjadi tebusan dosa umat manusia yang berdosa ini.
Inilah kesaksian hidup untuk kita. Bahwa segala perkara yang sudah Kristus lakukan itu harus disaksikan kepada semua orang. Inilah waktunya bagi kita untuk menyaksikan dan memberitakan Injil Kristus itu kepada semua orang di muka bumi ini. Bahwa satu-satunya Jalan Keselamatan dan hidup, hanyalah melalui Yesus Kristus. Tidak ada jalan lain selain di dalam satu nama, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Sehingga, semakin banyak orang diselamatkan karena mengenal dan hidup di dalam Dia.
Demikian firman Tuhan hari ini: “yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan, (ay 6).
Yesus telah menebus dosa kita, kitapun menikmati keselamatan. Maka jangan berbuat dosa lagi agar kita tidak kehilangan keselamatan. Kerjakanlah keselamatan dan hiduplah dalam pertobatan. Saksikan kepada dunia tentang Injil Kristus dalam prilaku hidup kita, pasti Tuhan menyertai dan memberkati kita selamanya, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post