• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Budaya Antri dan Tertib di Jalan: Kunci Mengurangi Macet tanpa Infrastruktur Baru

by Meikel Eki Pontolondo
8 Januari 2024
in Edukasi
0
Kemacetan Ring Road Kota Manado. (Foto: istimewa)

Kemacetan Ring Road Kota Manado. (Foto: istimewa)

0
SHARES
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. Jhon Theodorus Harahap, MT.

Dosen Politeknik Negeri Manado

Setiap pagi dan sore, jutaan warga Indonesia berhadapan dengan satu masalah klasik: kemacetan lalu lintas. Jalanan padat merayap, klakson bersahutan, dan energi masyarakat habis di atas aspal. Solusi yang sering digaungkan biasanya berkisar pada pembangunan infrastruktur: pelebaran jalan, pembangunan flyover, atau transportasi massal. Namun, ada satu solusi yang tidak membutuhkan dana triliunan rupiah dan bisa dilakukan hari ini juga: membangun budaya tertib dan antri di jalan.

Mari kita jujur. Banyak kemacetan bukan terjadi karena jumlah kendaraan semata, melainkan akibat perilaku egois di jalan raya. Kendaraan yang menyerobot lampu merah, pengendara motor yang melintasi trotoar, hingga mobil pribadi yang mengambil bahu jalan demi “memotong antrean.” Setiap tindakan kecil ini menciptakan efek domino: menambah kekacauan, mempersempit ruang gerak, dan memperlama waktu tempuh semua orang.

Jika setiap pengendara mau menunggu gilirannya di lampu lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak saling salip seenaknya, aliran lalu lintas akan jauh lebih lancar. Tertib lalu lintas bukan hanya soal hukum, tetapi soal kesadaran sosial. Sama seperti kita mengantri di kasir tanpa menyerobot orang lain, berkendara pun haruslah mengedepankan rasa hormat terhadap pengguna jalan lain.

Sayangnya, kesadaran ini belum menjadi budaya. Bahkan ironisnya, orang yang memarahi pengendara yang menyerobot antrian di jalan seringkali dianggap sok suci atau cari gara-gara. Padahal, budaya tertib hanya akan tumbuh jika kita semua—bukan hanya petugas atau segelintir warga—ikut menjaganya.

Pemerintah memang punya peran, misalnya dengan edukasi berkelanjutan, pemasangan kamera tilang elektronik, atau patroli rutin. Namun, masyarakatlah yang memegang kunci perubahan. Tertib di jalan bisa dimulai dari diri sendiri, dari keputusan sederhana untuk tidak melanggar aturan meski tidak diawasi.

Indonesia tidak kekurangan infrastruktur sebanyak kita kekurangan etika berlalu lintas. Maka sebelum menuntut pembangunan jalan baru, mari bangun budaya baru: budaya antri, sabar, dan menghargai sesama pengguna jalan. Percayalah, jika kita bisa tertib di jalan, kita sudah selangkah lebih dekat pada kota yang bebas macet—tanpa perlu beton tambahan.

Barta1.Com
Tags: Budaya Antri dan Tertib di Jalan: Kunci Mengurangi Macet tanpa Infrastruktur BaruJhon Theodorus Harahappoliteknik negeri manado
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Kawasan pabrik smelter milik PT IWIP di Halmahera Tengah Maluku Utara. (foto: Budi Nurgianto/Barta1)

Hilang Ladang Karena Tambang

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Difasilitasi Plt Bupati Sitaro, Masjid Al Jihad Ulu Siau Terima Bantuan Hewan Kurban dari Gubernur 26 Mei 2026
  • Marvein Hontong Ditunjuk Plt Ketua DPRD Sangihe, Proses Pergantian Dimulai 26 Mei 2026
  • Jelang Idul Adha, Bupati Sangihe Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden 26 Mei 2026
  • Mahasiswa Teknik Mesin Polimdo Raih Juara 2 Lomba Welding Nasional di Jakarta 26 Mei 2026
  • Gunakan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kades Tule Utara 26 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In