Manado, Barta1.com – Sebelum Hari Natal 25 Desember 2023, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Sulawesi Utara dengan berbagai agenda politik. Maklum saja, Gibran merupakan calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan calon Presiden Prabowo Subianto.
Setelah Gibran, kini giliran ayahnya Joko Widodo yang merupakan Presiden RI menyambangi daerah Nyiur Melambai untuk melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kota Manado. Jokowi tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (28/12/2023) pagi dan langsung menuju ke Talaud.
Dalam kunjungan itu, presiden akan meresmikan pemancar di Talaud dan akan melihat pembangunan jalan lingkar di Melongguane. Kalau di jadwal Presiden Jokowi akan mengunjungi Desa Bowowbaru Utara, Kecamatan Melongguane Timur untuk peresmian pengoperasian stasiun bumi satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) dan Sinyal BTS 4G. Usai dari Talaud, Presiden Jokowi akan balik ke Manado untuk membagikan BLT.
Polisi Siagakan 1200 Personel
Diberitakan sebelumnya Polda Sulawesi Utara menyiapkan mengamankan ekstra ketat untuk kedatangan Presiden Jokowi. “1200 personil yang diturunkan untuk mengamankan orang nomor 1 di Indonesia. Itu terbagi dalam 3 Polres yaitu Minahasa Utara, Manado dan Talaud, kemudian ada Brimob dan Samapta,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian, Selasa (26/12/2023)
Agenda tersebut diantaranya pengoperasian stasiun bumi satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA-1) dan Sinyal BTS 4G di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara dan di Desa Bowowbaru Utara, Kecamatan Melongguane Timur, Kepulauan Talaud.
Diketahui satelit SATRIA-1 adalah satelit multifungsi buatan Thales Alenia Space dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia yang ditempatkan di orbit Geostasioner 146°BT atau di atas Pulau Papua dan diluncurkan dari Kennedy Space Center yang terletak di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 18 Juni 2023 pukul 18.21 waktu Florida (EST).
Satelit ini merupakan proyek Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT Satelit Nusantara Tiga dengan biaya yang diperkirakan mencapai US$ 450 juta atau setara dengan Rp 6,7 triliun (kurs Rp 14.977).
Peluncuran SATRIA-1 menandai Indonesia sebagai negara pemilik satelit terbesar di Asia dan terbesar nomor 5 di dunia. Satelit ini memiliki bobot 4,6 ton, dan diluncurkan ke angkasa menggunakan roket Falcon 9 setinggi 70 meter dan berbobot 580 ton milik SpaceX, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk. Falcon 9 adalah roket yang dirancang agar dapat mendarat kembali ke bumi dan bisa digunakan kembali.
Pasca peluncuran, satelit ini melalui berbagai proses pengujian terlebih dahulu dan ditargetkan dapat dimanfaatkan pada tahun 2024. Satelit ini termasuk ke dalam jenis Very High Throughput Sattelite (VHTS) dengan kapasitas 150 Gbps, dan memiliki masa hidup sampai 15 tahun.
Penulis : Agustinus Hari


Discussion about this post