Manado, Barta1.com – Salah satu sopir Bus kota jalur Bitung – Manado menceritakan bahwa dirinya sering mengantri di beberapa Pertamina, salah satunya di Paal 2 itu mencapai 3 sampai 4 jam. Bahkan ketika tiba gilirannya untuk melakukan pengisian solar sudah habis.
“Sudah masuk sebulan kondisi pengantrian seperti ini. Biasanya setiap Pertamina itu mendapatkan jatah stok solar sebanyak 16 ribu, namun sekarang tinggal 8 ribu, contohnya di Pertamina Paal 2,” ungkapnya.
Anggota DPRD Provinsi Sulut, James Tuuk, interupsi persoalan kelangkaan solar pada saat rapat Paripurna DPRD dalam rangka pengambilan keputusan terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) pajak daerah dan distribusi daerah Provinsi Sulut, Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Selasa (5/12/2023).
“Dari tahun ke tahun mendekati perayaan natal Pertamina tidak menyuplai solar dengan baik kepada masyarakat Sulut. Oleh sebab itu, perilaku kehabisan solar dan antrian di SPBU itu selalu terjadi seolah-olah Pertamina ini sedang berulang tahun dengan berkurangnya solar di Sulut,” tutur James di depan Wakil Gubernur Sulut, Steven OE kandouw dan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen.

Padahal rakyat di Sulut, kata James, sebagian besar mendekati natal banyak yang beraktivitas. Jalan saat ini macet bukan karena populasi kendaraanya terlalu padat, tapi dititik tertentu ada antrian mobil-mobil truk. Terkait dengan antrian solar yang tidak tersuplai. Oleh sebab itu, diusulkan bagi dinas terkait untuk memanggil Pertamina dan Dewan Perwakilan Sulut, guna mempertanyakan kenapa penyakit ini kambu lagi.
Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw, menanggapi persoalan solar yang langka harus benar-benar disikapi secara bersama-sama.
“Saya mendorong supaya DPRD Provinsi Sulut mengundang rapat dengar pendapat (RDP) dengan instansi terkait dalam hal ini Pertamina, mengingat ini menambah-nambah rantai pasokan yang akhirnya meningkatkan harga, sehingga meningkatkan inflasi. Semua karena BBM bahan lainnya bisa naik, dan hal ini harus betul-betul disikapi secara bersama-sama,” tegasnya.
Steven juga mengingatkan kepihak Pertamina jangan beralasan masalah nasional, sekarang ini tidak ada masalah nasional. Karena Pemerintah Pusat selalu mengatakan tidak ada kekurangan stok dan kuota solar di masing-masing Provinsi. Siapa yang disalahkan, yea, Pertamina kan.
“Sekali lagi, saya mendorong DPRD Provinsi Sulut untuk mengundang Pertamina RDP,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post