Manado, Barta1.com – Dari ratusan wisudawan Politeknik Negeri Manado yang diwisuda. Ada seorang ibu didalamnya, The Sentra Hotel Manado, Kamis (19/10/2023). Ibu itu tidak seperti wisudawan lainnya menggunakan toga, juba, bahkan identitas kampus. Melainkan hanya menggunakan, pakaian hitam sambil memeluk foto anak muda pada rangkaian wisuda ke II itu. Saat para wisudawan dipanggil namanya untuk menerima Ijazah. Ibu itu terlihat menunduk, sambil melihat ponselnya. Sesekali juga matanya memandang, wisudawan lainnya yang sedang memegang ijazah melewati kursi yang ia tempati.
Bingkai foto itu terus diusap ketika memandang dinding iklan yang memampang foto, nama, beserta IPK dari wisudawan yang namanya dipanggil. Panggilan bagi wisudawan yang akan menerima Ijazah diatur oleh panitia. Dimulai dari Jurusan Teknik Sipil, Elektro, Mesin, Akuntansi, Administrasi Bisnis, dan terkahir adalah Jurusan Pariwisata, dimana tempat ibu itu berada.
Irma Lawere nama dari ibu yang keberadaanya pada barisan Wisudawan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado. Ia mengantikan posisi anaknya, almarhum Joshua Ursinus Rondonuwu yang ikut diwisuda pada hari ini. Nama Joshua Ursinus Rondonuwu akhirnya dibacakan oleh sekretaris Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado, Margaretha N. Warokka, SE.MBA dengan predikat pujian, IPK 3.59, dan bergelar Sarjana Sains Perhotelan.
Isak tangis wisudawan bahkan orang tua pecah ketika Irma Lawere menerima Ijazah almarhum Joshua Ursinus Rondonuwu yang diserahkan langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA. Setelah menerima ijazah, Irma Lawere, memalingkan badannya dan menghadap 589 wisudawan beserta para orang tua dengan menundukkan kepala tanda penghormatan. Sesekali mengangkat tangan kanannya, menandakan perpisahan.
Almarhum Joshua di mata Irma Lawere dan neneknya Netty Manurip adalah anak yang sangat mandiri. “Anak ini selama hidupnya tidak mau merepotkan orangtuanya. Sejak ayahnya meninggal, dia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan secara mandiri,” ungkap Netty.
Sambung Netty, semasa perkuliahannya saja Joshua menyempatkan waktu untuk bekerja di Novotel Manado. “Pekerjaan itu ia dapatkan setelah mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) selama 6 bulan. Kemudian, dinilai baik oleh pimpinan Novotel Manado. Dan akhirnya, ia dipanggil lagi bekerja,” ceritanya.
“Namun, ia mengalami kecelakaan saat pulang bekerja di pagi hari. Katanya, ditabrak di depan ATM BNI Paniki Manado. Namun sampai saat ini, belum diketahui kejelasannya.
Mengingat, anak mantu saya yang melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” terangnya.
Sudah sebulan, kata Netty, cucunya meninggalkan dirinya. “Sebelum diwisuda. Joshua pernah berpesan, setelah wisuda ia berfokus dengan pekerjaannya dan akan mengurus Oma dan Opanya,” ucapnya sambil mengusapkan air mata. “Sebagai manusia biasa hanya bisa mengikhlaskan dan kami menerima apa yang Tuhan rencanakan. Kami senang, Joshua bisa menyelesaikan studinya. Sekalipun dengan cara seperti ini perayaannya,” tambahnya.
Netty dan Irma, mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pembelajaran anak dan cucunya sampai bisa diwisuda pada hari ini.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post