Manado, Barta1.com – Talita Sharon Mantiri, mencoba menceritakan pengalamannya saat mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari pasangannya, seperti toxic.
“Saya dua kali mengalami toxic dari lawan jenis. Pasangan yang saya harapkan bisa menjaga dan membimbing saya, melainkan menjadikan saya sebagai korban untuk melampiaskan amarahnya, merendahkan dengan kata-kata, sering juga manipulatif dan suka memanfaatkan. Pertama kalinya saya mengalaminya hal tersebut di tahun 2021,” ungkap Talita kepada Barta1.com, Kamis (24/8/2023).
Puncaknya itu, kata Talita, di tahun 2022 hingga 2023, dimana pasangannya itu melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain. Mengetahui hal tersebut, setiap perempuan pastinya merasakan kepedihan dalam hatinya. “Namun, saya mencoba melupakan semuanya yang pernah dirasakan dengan hal-hal positif, seperti olahraga, healing, belajar, dan mulai menghargai diri sendiri,” ujar perempuan kelahiran Manado, 4 Juli 1997 ini.
Anak kedua pasangan Herry Mantiri dan Ester Kalalo, menjelaskan cara menghindari toxic hanya dengan memiliki kesadaran akan apa yang dirasakan, kemudian berani mengambil keputusan, dan ketiga meminta pertolongan orang terdekat. “Di sisi lain toxic ini menjadi momok yang menakutkan dalam kehidupan saya. Sampai-sampai, ketakutan untuk memulai hubungan yang baru lagi,” terangnya.
Maka dari itu, lanjut Talita, kepada setiap perempuan yang merasakan perlakuan toxic dari pasangannya. Lebih baik jangan berharap lebih, ambil langkah untuk lebih mencintai diri sendiri. “Jika kita mendapatkan perlakuan kasar dari pasangan segeralah akhiri, demi menjaga kesehatan mental dan fisik kita,” ucapnya.
Toxic merupakan istilah untuk seseorang yang ‘beracun’ atau sifat pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain, baik itu secara fisik maupun emosional.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post