Manado, Barta1.com – Kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) di Rumah Sakit (RS) Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) terus disentil Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, Ayub Ali, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (8/8/2023). Ayub mempertanyakan anggaran sebesar Rp 144 miliar, apakah angka ini sudah mengcover seluruh kebutuhan, termasuk dengan RS ODSK.
“ODSK bangunannya sungguh luar biasa, apakah semuanya terpenuhi berkaitan dengan alkes-alkes (alat kesehatan) yang memenuhi standarisasi dan klaster yang ditetapkan,” tanya Ayub kepada Ketua TAPD Provinsi Sulut, Steve Kepel.
Menurutnya, jika tidak terjadi penyesuaian dengan kondisi yang ada, seperti bangunannya yang bagus, kemudian SDM dan fasilitasnya yang kurang. Melihat hal itu, mana mungkin pasien umum dan BPJS akan datang ke RS ODSK.
“Jika masalah ini tidak diselesaikan. Kita akan kalah dengan pendatang baru dengan RS swasta. Maka dari itu, RS daerah harus dimajukan. Permasalahannya hanya satu, yaitu perlunya ODSK menampilkan SDM-SDM yang mempuni. Jangan sampai, SDM asal-asalan yang ditaruh di situ,” terangnya sembari menyebut hal ini akan mendatangkan kerugian.
Kedua, terkait alkes. Alkes ini bagian dari deretan pentingnya sarana-prasarana yang harus dimiliki oleh klaster RS, sejenis ODSK. Apakah ODSK ini sudah mempersiapkan alkes yang khususnya untuk menangani masyarakat-masyarakat yang mempunyai kartu BPJS, seperti yang dimiliki oleh prof Kandou.
“Sebagai direktur RS yang baru harus mampu melihat pasar. Kebutuhan masyarakat yang begitu besar. Jarak RS Kandouw dan ODSK tidak jauh, maka ini sangat penting diperhatikan. Saya berharap kepada Direktur yang baru memiliki kiat-kiat, agar kirannya pendapatan ODSK ini betul-betul mendapatkan sasaran, sesuai yang diharapkan. Jangan hanya pandai menata anggaran ODSK, tetapi harus pandai mendapatkan pendapatan agar terus meningkat dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Steve Kepel mengatakan infrastruktur ODSK sudah terbangun, namun perlengkapan lainnya yang belum, seperti alkes dan sebagainya. “Terkadang alkes-nya ada, tenaga medis atau dokternya yang tidak ada. Atau spesialisnya yang kurang, ini yang sering menganggu pendapatan distribusi dari RS ODSK,” jawabnya.
Apa yang menjadi jawaban dari Steve Kepel, ditanggapi lagi Anggota DPRD Sulut Dapil Kota Manado itu. Ia menyebut, persoalan ini menjadi tanggungjawab serta catatan bagi manajemen RS ODSK kedepannya, mengingat APBD yang digelontorkan sekian ratus miliar didalamnya, dalam rangka untuk menyehatkan masyarakat Sulut.
Terpantau Barta1.com, Steve Kepel hanya mendengar dan sesekali menulis apa yang disampaikan oleh kader PAN itu.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post