Manado, Barta1.com – Prestasi sejumlah kampus di Sulawesi Utara perlahan mulai terus bermunculan. Terbaru, ada delapan mahasiswa Politeknik Negeri Manado lulus meraih beasiswa Indonesian Internasional Student Mobility Awards (IISMA).
“Terjadi peningkatan jumlah yang lolos dalam program unggulan ini, dan saya berharap mahasiswa Polimdo dapat memanfaatkan program ini dengan baik,” ungkap Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA kepada Barta1.com, Jumat (28/4/2023).
Mereka yang lulus memperoleh beasiswa IISMA di tahun 2022 itu sebanyak 5 orang. Dan tahun ini, sebanyak 8 orang, diantaranya Elizabeth Titanto yang akan memperoleh beasiswa di Phoenix Academy, Australia.
Begitupun dengan, Tirza Kaunang di Phoenix Academy, Australia, Aditya Mahendra di Phoenix Academy, Australia, Shania Mailoor di National Chin-Yi University of Technology, Taiwan. Sedangkan lainnya, Glaudio Lumanauw di University of Strathclyde, UK, Andreyna Suwuh di Dundalk Institute of Technology, Ireland, Mariani Tiwow di Phoenix Academy, Australia, dan Emmanuel Kalalo di University of Information, Technology, and Management in Rzeszow, Polandia.
“Untuk tahun ini kebanyakan Jurusan Pariwisata yang lulus, sekitar 5 orang. Untuk jurusan Akuntansi I orang, Administrasi Bisnis I orang, dan Elektro I orang. Saya berharap kedepannya, semua jurusan berperan aktif dan terlibat dalam program-program unggulan seperti ini,” ujarnya.
Menurut Alelo, IISMA 2023 adalah salah satu program Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang bisa membuat mahasiswa merasakan perkuliahan di luar negeri.
“IISMA bertujuan untuk mendanai mahasiswa sarjana dan program vokasi Indonesia untuk mengikuti program mobilitas di 300 universitas QS terbaik, atau 10 universitas terbaik di luar negeri. Program ini membekali keterampilan dan harapan bisa membantu para mahasiswa untuk mampu bersaing di dunia kerja. Yang tidak hanya, lingkup nasional. Tetapi juga, pada tingkat internasional,” tuturnya.
Lanjut Alelo, Polimdo berhasil meloloskan 8 mahasiswa berkat pendampingan yang dilakukan oleh dosen-dosen yang sangat berpengalaman, dan mampu melewati kompetisi yang begitu ketat.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kiki Yulianti menyebutkan bahwa program IISMA merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan memiliki tujuan dengan memberikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa merasakan atmosfer pembelajaran diberbagai kampus ternama luar negeri selama satu semester. “Mahasiswa yang menerima beasiswa IISMA nantinya dapat menempuh masa pembelajaran satu semester di luar negeri pada kampus mitra Kemendikbud yang setara dengan 20 SKS,” ujarnya. “Sebanyak 1.692 mahasiswa telah terpilih untuk IISMA 2023, termasuk 1.132 mahasiswa sarjana dan 560 mahasiswa program vokasi,” ucapnya.
Menurutnya, mahasiswa terpilih berkesempatan mengikuti perkuliahan di universitas terbaik dunia selama 4 hingga 6 bulan. Semua biaya ditanggung Kemendikbud. Melalui program IISMA, prestasi semester (SKS) hingga 20 diakui sebagai kredit poin untuk mahasiswa di kampus mereka sendiri.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post